SINJAI, BKM — Sejumlah aktivis dari berbagai organisasi di Kabupaten Sinjai mendatangi gedung DPRD Sinjai, Senin (10/7).
Koordinator aksi Khair Khalis Syurkati yang juga Ketua PP Sinjai menyampaikan aspirasi terkait sejumlah polemik dalam beberapa pekan terakhir. Para aktivis diterima Komisi I DPRD Sinjai, Musawir, didampingi Andi Kartini dan Chaeril Putra di ruang aspirasi DPRD Sinjai. Beberapa hal yang disampaikan yakni terkait Polemik Pelatihan Bumdes, Pengangkatan PAW Kades dan adanya indikasi pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan Camat Sinjai Utara, serta adanyasalah satu tenaga sukarela pada Dinas PU yang terkena musibah saat melakukan tugas namun tidak mendapat perhatian Pemkab.
Khair berharap jika aspirasi yang disampaikan bisa mendapat perhatian serius untuk segera ditindak lanjuti, sehingga tidak lagi menjadi polemik di masyarakat.
“Berkaitan dengan dugaan pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan Camat Sinjai Utara tentunya sangat merugikan masyarat, dan polemik pengangkatan PAW Kades dimana ketentuan dalam Perbub yang memberikan penafsiran berbeda dengan aturan perundang-undangan dan PP,”ungkapnya
Begitu pula soal pelatihan Bumdes dan lainnya harus dihentikan jika memang bermasalah.
“Sudah ada 19 desa yang sudah membayar dan diduga adanya jual beli software yang tidak sesuai standar kualifikasi BPKP,”papar Awaluddin.
Ketua Komisi I DPRD Musawir, menanggapi terkait pemalsuan dokumen yang dimaksud mengatakan jika hal tersebut ini sudah dilakukan rapat kerja, sementara dari pengakuan pak camat Objek tanah ada diluar tanah sengketa.
Sementara Sekkab Sinjai Taiyeb Mappaserre menanggapi terkait adanya tenaga sukarela dari Dinas PU yang mendapat kecelakaan pada saat melaksanakan tugas insyaAllah minggu depan bisa dibahas bersama dinas bersangkutan.
“Ini soal kemanusiaan, dan hal ini harus mendapat perhatian sesuai dengan kondisi yang dialami,” tandas Sekkab. (din/C)
Aktivis Datang Gedung Dewan
