MASAMBA, BKM — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Luwu Utara menggelar acara Halal Bi Halal dirangkaikan arisan bulanan di Aula pertemuan DWP Kantor Bupati, Senin (10/7).
Halal Bi Halal dihadiri Sekkab Luwu Utara, Abdul Machfud sekaligus membuka acara yang mengangkat tema “Indahnya Mempererat Tali Silaturahmi Antarsesama Anggota DWP se Kabupaten Luwu Utara”.
Sekkab dalam sambutannya mengatakan, halal bi halal adalah sebuah budaya yang paling bagus dalam rangka mempererat ikatan tali silaturahmi agar tidak mudah putus.
“Ini budaya yang paling bagus, untuk itu mari kita lestarikan karena esensi dari halal bi halal adalah silaturahmi yang tidak boleh putus,” ungkap Mahfud.
Mahfud menambahkan, halal bi halal adalah wahana saling memaafkan, meluruskan benang kusut yang acapkali terjadi. “Halal bi halal itu saling memaafkan, meluruskan benang yang kusut, sehingga tidak ada lagi yang baku ‘camba’,” ungkapnya.
Silaturahmi ini, kata Machfud, penting untuk melahirkan persatuan dan menciptakan kedamaian.
Sementara itu, pembawa hikmah halal bi halal, ustadz Raba’ mengatakan, untuk mempertahankan silaturahmi, maka ada empat hal yang harus dilakukan manusia, yaitu ta’aruf (saling mengenal), ta’awun (saling menolong), takaful (saling memberikan jaminan), dan tafahum (saling memahami).
Jika empat hal ini dilakukan, maka silaturahmi akan kuat terjalin di antara umat manusia. “Jika ta’aruf, ta’awun, takaful, dan tafahum ini kita laksanakan dengan baik, maka insya Allah, silaturahmi kita akan terjalin dengan baik. Saling mengenal, saling menolong, saling memberikan jaminan dan saling memahami. Tentu ini harapan kita semua,” ungkapnya.
Ketua DWP Luwu Utara, Hj Wasdiah Mahfud, mengatakan, halal bi halal yang dilakukan organisasi para isteri ASN itu adalah agenda rutin bulanan yang dirangkaikan dengan arisan DPW. “Ini adalah bagian dari agenda rutin bulanan kita,” ungkap Wasdiah. (alp/C)