Site icon Berita Kota Makassar

Murid SDN 237 Belajar di Kolong Rumah

MASAMBA, BKM — Sebanyak 50 orang siswa dan siswi menjalani proses belajar di bawah kolong dan teras rumah warga di Desa Tandung, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara, Selasa (11/7).

Puluhan siswa yang berasal dari SDN 237 Salupaku tersebut sudah enam bulan melakukan aktifitas belajar di kolong dan teras rumah warga karena akses jalan (jembatan gantung) menuju sekolah terputus akibat banjir bandang, Sabtu (21/1) lalu.
Kepala SDN 237 Salupaku, Bambang yang ditemui BKM, Selasa (11/7) mengaku hingga kini gedung sekolah belum dapat digunakan pasca terputusnya jembatang gantung akibat bencana banjir bandang.
“Hingga kini jembatan gantung yang terputus akibat bencana banjir itu belum juga diperbaiki jadi kami belum bisa belajar di gedung sekolah,” ungkap Bambang.
Di Dusun Salupaku, kata Bambang, sedikitnya ada tiga rumah warga yang rela dijadikan kolong dan terasnya rumahnya digunakan sebagai tempat belajar untuk sementara hingga akses jalan sudah dapat dilalui.
“Proses belajar dan mengajar dilakukan dengan kondisi seadanya saja. Kondisi ini juga sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan (Disdik). Kelas darurat akan terus diadakan sampai jembatan gantung yang putus kembali dibangun,” ungkapnya.
Bambang berharap, pemerintah dapat kembali membangun jembatan gantung didusun Salupaku. Soalnya, jembatan ini merupakan satu-satunya akses menuju SDN 237 Salupaku dari perkampungan warga setempat.
“Kami berharap pemerintah daerah segera membangun jembatan menuju sekolah karena hanya ini akses satu – satunya menuju sekolah,” ungkap Bambang yang mengaku murid yang belajar dikolong dan teras warga berjumlah 50 orang. (alp/C)

Exit mobile version