Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Minta Kadis Koperindag Maros Dievaluasi

MAROS, BKM — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Maros, masuk dalam kategori rendah. Pasalnya, hingga Juni ini perolehannya baru mencapai Rp614 juta dari target Rp3 miliar.
Atas dasar itu, Ketua Komisi II DPRD Maros yang membidangi ekonomi dan Pembangunan, Amirullah Nur, meminta agar kinerja kepala dinas Koperindag Kabupaten Maros untuk dievaluasi.
Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, sejauh ini salah satu dinas yang menyerap anggaran cukup banyak adalah Koperindag. Dengan hadirnya beberapa pasar tradisional yang telah direnovasi, sudah seharusnya Koperindag lebih serius menangani masalah pemasukan PAD yang dihasilkan dari pasar.
”Koperindag harus dievaluasi karena melihat perolehan PAD nya yang hanya mencapai Rp94 juta per bulan. Padahal, di Maros ini banyak pasar dan bisa dibilang kegiatan renovasi atau rehabilitasi pasar terus dilakukan untuk meningkatkan PAD. Tapi kenyataannya, hal itu belum dapat teralisasi. Seharusnya dengan hadirnya pasar tradisional yang dengan konsep moderen, Koperindag sudah menyiapkan metode terbaik dalam menghasilkan PAD,” pungkasnya.
Hal itu pun diaku Kepala Dinas Keuangan Daerah Maros, H Takdir saat dikonfirmasi BKM,kemarin. Dia mengatakan, realisasi PAD secara keseluruhan sudah bagus karena hingga Juni sudah mencapai 49 persen atau Rp50,8 miliar dari yang ditargetkan Rp104,6 M.
Dia mengatakan, perolehan PAD yang masuk kategori rendah ada pada Dinas Koperindag. ”Jika kita melihat secara keseluruhan perolehannya sudah cukup bagus. Meski ada yang naik turun. Tapi itu saling menutupi. Koperindag termasuk rendah karena dari target Rp3 miliar, perolehannya baru sekitar Rp614 juta. Padahal, jumlah pasar di Maros ada sekitar 20,” katanya.
Selain Koperindag, capaian PAD di dinas perhubungan Maros juga terbilang rendah. PAD yang berasal dari pajak di tepi jalan termasuk pasar, baru sekitar Rp261 juta dari target Rp850 juta.
Sedangkan perolehan atau realisasi yang paling besar porsinya ada di keuangan. Di antaranya BPHTB yang ditarget Rp17 miliar sudah terealisasi Rp11,6, pajak penerangan jalan target Rp20 miliar dan realisasinya capai Rp11 miliar, pajak restoran ditarget Rp7 terealisasi Rp4,8 miliar.
Untuk dinas pariwisata ditargetkan Rp8,5 miliar terealisasi Rp3,6 miliar. ”Pariwisata PAD nya berasal dari lima macam, yaitu parkir taman wisata alam Leang-Leang, waterpark dan hotel. Perolehan tertinggi berasal dari waterpark sampai 66 persen,” jelasnya. (ari/mir/c)

Exit mobile version