Site icon Berita Kota Makassar

Ia Harus Mencari Bibit Sampai ke Jawa

SUDAH 20 tahun lamanya Oddang menjalani profesinya sebagai pedagang tanaman hias di Jalan Danau Tanjung Bunga. Selama itu pula ia bisa menghidupi dirinya dan keluarganya dengan penghasilannya sendiri. Semua karena tanaman hias yang ia kembangkan sendiri.

Oddang terlihat begitu santai saat menjawab pertanyaan-pertanyaan di depan penulis. Ia terlihat menjawab seadanya. Ternyata memang suasana santai yang ia tanamkan kepada keluarganya membuat ia juga begitu santai dalam menjalani aktivitasnya.
Sembari ia mengipas-ngipas ikan yang dibakarnya, istrinya terlihat duduk santai di saung bambu yang ia buat sendiri. Anak semata wayangnya sedang bermain-main di sekitar tak jauh dari dirinya. Oddang mengatakan, seperti inilah kesehariannya bersama keluarga.
Bersantai bersama, sambil menunggu waktu makan siang di tempat yang rimbun dan dikelilingi tanaman-tanaman hias. Menunggu pelanggan datang. Terlihat sekali suasana hangat, ramah, dan tanpa beban dari keluarga ini.
Oddang bercerita tentang bagaimana pertama kali ia mendirikan usahanya. Saat itu ia harus mencari bibit tanaman hias sampai ke pulau jawa. Hasilnya ia mendapat seorang rekan di Surabaya dan bersedia bekerjasama dengannya.
Oddangpun menyuplai sedikit demi sedikit tanaman tersebut untuk di kembangkan di tempatnya. Akhirnya setelah suplai tanamannya dianggap cukup banyak, barulah ia mulai merawatnya sampai bunga dari tanaman-tanaman tersebut muncul. “Pertama ini saya ambil bibit dari Surabaya, jadi begitu terus ma dulu, selalu minta kirim dari sana,” kenang Oddang.
Sampai pada akhirnya Oddang mulai belajar sendiri cara mengembangkannya. Dia belajar ke beberapa temannya untuk mengajarinya mengembangkan sendiri tanaman-tanaman hias miliknya. Akhirnya berhasil dan saat ini pun, tanaman hias yang ada di tempatnya adalah tanaman hasil pengembangannya sendiri.
Dalam merawat tanaman-tanamannya, Oddang mengaku juga memiliki kesulitan sendiri. Terutama masalah air yang digunakan untuk menyiram tanamannya. Ia mengatakan jika air yang digunakan sebenarnya bersal dari sebuah sumur yang ber air tawar. Namun sering sekali sumur tesebut diresapi oleh air laut yang berada di dekatnya. Sehingga air tersebut biasa berasa asin.
Nah air asin ini bagi Oddang sangat tidak baik bagi tanaman-tanamannya. Air asin akan merusak tanaman tersebut. Seain itu pertumbuhannya akan semakin tidak baik. Otomatis kualitas tanamannya akan terganggu. Hal ini juga lah yang kerap menjadi keluhan para pedagang tanaman hias lain.
Terkadang Oddang pun pasrah. Apalagi jika dalam beberapa hari sumur tak kunjung baik, terpaksa Oddang tetap menyiram tanamannya dengan air tersebut. “Biasa juga kalau lama sekali begitu kondisinya ya mau diapa, daripada ndak di siram,” kata Oddang.
Namun dibalik kesulitannya tentang air, selama ini Oddang mengaku tidak ada masalah besar mengenai kualitas tanamannya. Tanamannya tetap tumbuh dengan baik.
Oddang berharap untuk kedepannya supaya usahanya bisa terus tetap berkembang. Ia ingin melihat ditempatnya akan banyak lagi jenis tanaman hias lainnya. Selain itu, kasus pencurian yang terjadi di tempatnya juga tidak ada lagi.(nug/war/b)

Exit mobile version