MAKALE, BKM — Bupati Tator Nicodemus Biringkanae melaunching Toraja Layak Anak. Program ini diharapkan bisa menjadi jembatan perekat antarlembaga umat karena semua tokoh dan stakeholder terlibat.
Elaborasi T2TP2A menjadi sinergitas penajaman program kedepan sehingga perempuan harus mandiri, tidak boleh menderita batin dan menjadi biang terjadinya perceraian.
Launching Toraja Layak Anak seiring dengan Kunker Menteri PPPA RI Yohana S Yembise di Kabupaten Tator.
Usai acara, Yohana mengatakan Sulsel masuk 10 besar pilot project kesetaraan gender di Indonesia. Menurutnya urusan perempuan dan anak menjadi tugas dunia internasional. Karena itu indeks pembangunan gender tidak boleh berhenti sampai disini. ”Jika perempuan belum bebas dari garis aman dan kemiskinan, kaum perempuan belum merdeka. Terlebih setelah Toraja masuk daerah rawan dan tinggi perdagangan manusia,” ujar
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Susana Yembise saat launching “Toraja Layak Anak” di Rujab Bupati Tana Toraja, Rabu (13/7).
Begitu tingginya derajat perempuan untuk mendapat perlindungan, sambung Yohana perhatian pemerintah sesuai UU Nomor 17 tahun 2016 bagi seperti persekusi dan radikalisme.
”Bagi yang melakukan kekerasan hukumannya cukup berat, selain dikebiri, juga penjara seumur hidup, atau tembak mati,” tambahnya. (gus/C).
Nico Launching Program Toraja Layak Anak
