Site icon Berita Kota Makassar

Disdik Mulai Berlakukan Full Day School

SIDRAP, BKM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidrap mulai memberlakukan Full Day School (FDS) jenjang SD dan SMP, Senin (17/7)
Kepala Disdikbud Sidrap, Nur Kanaah Minggu, (16/7) mengatakan, uji coba penerapan full day school berdasarkan Permendikbud No23 tahun 2017 tentang Hari Kerja sebagai pijakan hukumnya.
Meski belum selesai dibuat Perpres-nya, tapi kebijakan lima hari sekolah dengan waktu belajar delapan jam sehari atau full day school tetap diterapkan pada tahun ajaran 2017-2018.
“Iya sesuai arahan dan petunjuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, full day school tetap dijalankan, mulai Senin (17/7),” ujarnya.
Ia mengatakan, penerapan lima hari sekolah atau full day school, tepatnya Senin hingga Jum’at itu tidak akan membebani peserta didik. Sebab, murid tidak akan berada di dalam kelas selama delapan jam sehari dan diberi pelajaran terus-menerus.
“Masih ada persepsi yang salah di sebagian masyarakat seolah anak-anak akan di kelas (selama) delapan jam diberi pelajaran terus-menerus. Sama sekali tidak,” katanya.
Dia menambahkan sistem lima hari sekolah mengacu pada kurikulum 2013 tapi diperbanyak kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler.
Hal ini sebagai pemenuhan visi memperbanyak penanaman budi pekerti dan pembentukan karakter terutama di level pendidikan dasar sekolah menengah pertama.
“Ini dilakukan secara bertahap. Khusus kelas 1,2 dan 3 SD, masih tahap ujicoba,” jelasnya.
full day school yakni pembentukan dan penguatan karakter terutama karakter prioritas berupa masalah keagamaan, nasionalisme, gotong-royong, integritas, dan karakter pribadi, misalnya jujur, pantang menyerah, tidak intoleran dan sebagainya.
Porsi untuk penguatan ini akan mengambil sekitar 60-70 persen waktu anak belajar sedangkan kegiatan transfer pengetahuan guru hanya 30 persen.
“Jadi sekali lagi, delapan jam itu tidak berarti anak-anak ada di kelas. Tapi bisa di lingkungan sekolah, bahkan di luar sekolah, yang penting semua jadi tanggung jawab sekolah di mana pun anak belajar,” tandasnya.
Maming, satu satu orang tua murid mengaku, penerapan full day school perlu pengkajian ulang dan harus secara matang. (ady/C)

Exit mobile version