MAKASSAR, BKM — Seorang tahanan titipan di Rumah Tahanan Klas I Makassar berhasil kabur. Syahrul alias Buser melarikan diri setelah mengelabui petugas dengan cara membuat stempel palsu yang melekat di tangannya menggunakan spidol.
Selain itu, tahanan yang terbilang cukup lihai ini memanfaatkan situasi dengan cara meminjam kalung identitas pembesuk yang merupakan tukang bentor bernama Irfan. Akibatnya, Irfan diamankan oleh pihak rutan.
Informasi yang berhasil dihimpun BKM, tersangka Syahrul kabur dibantu oleh istrinya bernama Irawati. Dugaan itu setelah pegawai Rutan melakukan penyelidikan dengan mengambil keterangan saksi-saksi yang merupakan pembesuk, Selasa (18/7) sekitar pukul 10.30 Wita.
Terungkapnya pelarian Syahrul dari Rutan diketahui saat sipir yang bertugas di piket menemukan seorang pengunjung yang tidak memiliki tanda pengenal pengunjung. Namun, di tangannya ada tanda stempel pengunjung.
Petugas sipir pun tidak memeriksa dengan teliti stempel di tangan tersangka yang menggunakan spidol. Termasuk kartu pengedal milik tukang bentor bernama Irfan yang digunakan untuk mengelabui petugas sipir. Akhirnya Syarul berhasil kabur ditemani istrinya, Irawati.
Kepala Keamanan Rutan Klas I Makassar, Ahmad Lamo langsung memerintahkan petugas sipir untuk melakukan apel dan mengumpulkan semua tahanan. Setelah dicek, ternyata betul, salah seorang tersangka tahanan bernama Syarul yang merupakan tahanan titipan Polrestabes Makassar dalam kasus narkoba, sudah tidak ada.
”Kami sudah amankan seorang tukang bentor bernama Irfan untuk dimintai keterangannya oleh polisi. Apakah ada kerja samanya,” ujar Ahmad Lamo, kemarin.
Kuat dugaan, istri tersangka memuluskan pelarian suaminya dengan membuat stempel palsu, lalu membawa spidol untuk suaminya.
“Kuat dugaan istri tersangka membuat stempel lalu membawakan spidol suaminya. Tapi semua akan ditelusuri oleh pihak kepolisian. Kami telah melaporkannya ke Polsek Rappocini,” ujarnya. (ish/rus)
Dibantu Istri, Tersangka Narkoba Kabur dari Rutan
