MAKASSAR, BKM — Saat membeli daging sapi, hendaknya berhati-hati dan memeriksa secara teliti. Jangan sampai daging sapi yang dibeli telah dioplos dengan daging babi atau celeng.
Biasanya, daging celeng didatangkan dari luar Kota Makassar. Selanjutnya di pasaran dicampur dengan daging sapi untuk kemudian dijual ke konsumen. Pendistribusiannya biasa dilakukan di malam hari.
Anggota DPRD Kota Makassar sangat menyayangkan jika memang benar adanya peredaran daging sapi yang dicampur dengan daging celang. Bila itu terjadi, berarti pengawasan dari instansi terkait masih kurang.
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Jufri Pabe mendesak agar indikasi ini segera disikapi sebelum membuat resah masyarakat. Instansi terkait pemkot dan pihak kepolisian harus bergerak cepat mengusutnya dan menangkap para pelakunya.
”Sangat disayangkan kalau memang ada seperti itu. Harus segera ada tindakan tegas. Jangan dibiarkan,” ujarnya saat ditemui di gedung dewan, Selasa (18/7).
Ketua Asosiasi Pemotongan Hewan Makassar ini mengecam oknum yang bermain curang dengan mengoplos daging. Operasi pasar menjadi solusi terbaik guna mengatasi persoalan tersebut.
Salah satu yang disorotinya adalah kinerja Rumah Pemotongan Hewan (RPH). ”Kinerja direksi RPH tidak ada sama sekali. Makanya, praktik pengoplosan seperti itu mulai bermunculan,” terangnya.
Hal senada dilontarkan Irwan Djafar, anggota komisi B DPRD Makassar. Dia mendorong OPD terkait untuk secepatnya mengambil langkah dan tindakan tegas.
”Kemarin Pak Bando (Abd Rahman Bando, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar) sudah berjanji akan mengawasi peredaran dan pasokan daging di Makassar. Kita tagih janji itu sekarang. Kalau memang ada praktik seperti itu, maka sudah tugasnya untuk mengambil tindakan,” tandasnya.
Dihubungi terpisah, Kadis DPP Kota Makassar, Abd Rahman Bando menjelaskan bahwa pihaknya telah memperketat pengawasan terhadap peredaran daging sapi di pasar tradisional maupun modern. Petugas dari DPP secara rutin melakukan operasi dan pemeriksaan sampel daging sapi yang dicurigai tercampur dengan daging celeng.
“Kita sudah hadirkan satu unit kendaraan yang setiap hari rutin turun melakukan pemeriksaan daging sapi. Kendaraan itu kami sebut dengan meatker,” ujar Rahman Bando, Selasa (18/7).
Selain daging sapi, operasi yang dilakukan menggunakan kendaraan meatker juga memeriksa daging ayam ataupun ikan. Sehingga dipastikan semua daging, baik daging sapi, ayam ataupun ikan layak dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat.
“Dulunya, sebelum ada meetker, daging-daging yang kita dapat dibawa ke Sudiang dan Maros untuk diperiksa. Sekarang ini kita sudah bisa periksa di tempat sampel daging yang ada. Kita berharap ke depannya kendaraan meatker bisa ditambah,” ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPP Malassar, Herliani menyebut, sejak Januari sampai sekarang pihaknya belum menemukan adanya daging sapi yang dipasarkan tercampur dengan daging celeng.
Kendati demikian, pihaknya tidak akan lengah dan tetap terus gencar melakukan operasi di pasar-pasar tradisional dan modern. “Sampai sekarang belum ada ditemukan daging sapi bercampur dengan daging celeng. Namun kita tetap turun melakukan operasi. Apalagi kendaraan meatker sudah dilengkapi berbagai fasilitas,” tambahnya.
Untuk dapat menyentuh semua pasar di Makassar, Herliani berharap pemerintah kota dapat menambah kendaraan meatker. Sebab jumlah pasar tradisional di Makassar cukup banyak. Hampir sama dengan pasar modern. ”Kita tidak bisa sentuh semuanya, karena sejauh ini kita baru punya satu unit kendaraan meatker. Jadi kita berharap akan ada penambahan beberapa unit lagi,” harapnya. (ita-arf/rus)
Waspadai Daging Sapi Dioplos Daging Celeng
