Site icon Berita Kota Makassar

Masyarakat Kian Mengerti, Alokon KB Harus Diperbanyak

EFEK dari sebuah prestasi ternyata bisa membuat seseorang lebih termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Terlepas dari sebuah kerja keras yang dilakukan untuk meraihnya, prestasi dapat memberikan dampak yang sangat besar pada periode selanjutnya. Pengalaman inilah yang coba dibagi oleh Krisna.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

DINOBATKAN menjadi Penyuluh KB Teladan Tingkat Sulsel Tahun 2017 menjadi dorongan tersendiri bagi Krisna. Ia merasa harus lebih bertanggungjawab lagi setelah dianugerahkan penghargaan ini.
Baginya, menjadi sesuatu yang tidak wajar apabila kinerjanya justru menurun setelah ini. Artinya, semangatnya justru semakin meningkat.
Yang paling penting juga untuk jenjang karirnya adalah penghargaan ini bisa menjadi penunjang untuk kenaikan pangkatnya. “Secara karir pribadi saya, ini bisa menjadi nilai kredit tersendiri untuk menunjang kenaikan pangkat saya. Alhamdulillah,” kata Krisna.
Sebelumnya, Krisna sempat bercerita sedikit tentang ketatnya penjaringan oleh panitia mengenai penetapan penyuluh teladan ini. Ia mengatakan jika memang ada panitia khusus yang dibentuk oleh BKKBN saat itu di tingkat kabupaten.
Tim ini yang nantinya akan diturunkan ke masing-masing kecamatan untuk menilai semua penyuluh dari segi administrasi, pencapaian target, dukungan masyarakat setempat, dan kinerja selama setahun. Saingan Krisna saat itu tidaklah sedikit. Semua penyuluh yang ada di Kabupaten Bone.
Oleh tim khusus tersebut nantinya akan dipilih tiga besar sebagai penentuan siapa penyuluh yang akan diutus oleh kabupaten. Tiga besar ini yang selanjutnya akan dilihat bagaimana caranya menyuluh secara keseluruhan. Dan ternyata, Krisna lah yang saat itu berhasil keluar sebagai pemenang untuk mengikuti penilaian di tingkat provinsi.
Saat penilaian di tingkat provinsi, seleksinyapun hampir sama. Namun, dikatakan Krisna, jika ada penilaian khusus yang ditambahkan saat itu. “Ada penilaian yang ditambahkan dari penilaian yang di kabupaten sebelumnya. Saya juga kurang tahu apa, tapi ada,” ujarnya.
Dipilihlah kembali tiga besar provinsi saat itu. Kemudian ketiga kandidat ini akan melalui tes wawancara mengenai tentang penyuluhan oleh tim khusus BKKBN provinsi. Alhasil, Krisna berhasil melaluinya dengan sempurna hingga akhirnya dianugerahi penyuluh teladan.
Krisna pun sangat senang saat itu. Sebab apa yang dilakukannya selama ini ternyata membuahkan hasil. Baginya, melakukan penyuluhan di wilayahnya yang merupakan daerah pedesaan sangat berbeda ketika menjalankan tugas penyuluhan di wilayah kota.
“Tentu kita disana lebih berat. Kadang harus naik-turun gunung, lewati jalan berbatu. Beda sekali ketika kita di daerah kota,” tuturnya didampingi sang istri, Susilawati.
Krisna berharap, di masa yang akan datang pelaksanaan program KB bisa lebih maju lagi. Karena penerimaan masyarakat terhadap program KB saat ini tidak seperti dulu lagi.
Jika dulu masyarakat sulit menerima, sekarang mereka telah mengetahui betul manfaat mengikuti program KB. Dia menyarankan sekaligus meminta agar fasilitas maupun alat dan obat kontrasepsi (alokon) KB saat ini lebih diperbanyak lagi. Karena masyarakat sekarang telah paham dan semakin mengerti dalam memilih alokon KB yang baik.
“Ikut program KB itu sangat bermanfaat. Contohnya begini, sekarang kan zaman sudah semakin modern. Bayangkan jika kita memiliki banyak anak. Akan banyak kebutuhan anak yang harus kita penuhi. Anak zaman sekarang sudah menggunakan HP, motor pribadi, dan segala keperluannya. Jika kita tidak bisa merencanakan semua itu, maka merugilah kita. Maka dari itu, marilah ber-KB supaya kehidupan kita khususnya dari segi ekonomi bisa semakin terkontrol,” begitu pesan Krisna di akhir pembicaraan. (*/rus/b)

Exit mobile version