Site icon Berita Kota Makassar

Orang Tua Tolak Full Day School

SIDRAP, BKM — Pemberlakuan ujicoba Full Day School (FDS) seluruh sekolah tingkatan SD dan SLTP di Sidrap rupanya belum efektif.
Baru tiga hari FDS berlaku di SD dan SMP di 11 kacamatan, sudah menuai sorotan dari kalangan orangtua murid dan pemerhati pendidikan yang ada di wilayah ini.

Puluhan orangtua murid dari perwakilan sekolah di Kecamatan Pitu Riase mendatangi Gedung DPRD Sidrap, Rabu (19/7).
Mereka memprotes kebijakan pemberlakuan FDS yang dianggap tidak efektif. Para orang tua mengaku Kabupaten Sidrap belum siap menerima kebijakan tersebut.
“Anak-anak kita belum mampu menerima sistem FDS sehari penuh. Alasannya, masa istirahat anak-anak kami tersita, manalagi waktu mengaji dan membantu orangtua di sawah tidak dilakukan karena anak kami masih berada di sekolah,”ungkap Ibu cecep yang diamini sejumlah orangtua murid lainnya ditemui, di DPRD Sidrap, Rabu kemarin.
Menurutnya, selain tidak efisiensi dalam proses belajar mengajar, daya serap belajar semakin berkurang karena tidak konsentrasi lagi mengikuti jadwal ekstrakurikuker.
“Terus terang, gairah belajar anak anak turun karena masa istirahat dirumah tersita di sekolah. Tiga harimi 3 anak saya pulang jam 16.00 wita dan semuanya drop dan tidak mau disuruh suruh lagi karena lelah, waktu mengaji tidak lagi dilakukannya,”lontar ibu cecep lagi.
Pemerhati pendidikan di Sidrap, Ahlan, yang turut mendampingi para orangtua murid menambahkan kebijakan FDS dipending dulu sambil mengkaji kesiapan fasilitas di sekolah sekolah yang terkena imbas FDS.
“Ini harus dipending dulu. Sidrap memang belum siap menerima kebijakan ini. Buktinya, para orangtua ini sudah merasakan tidak efektifnya sistem FDS ini,”katanya.
Ahlan menilai, pemberlakuan program FDS ini di Sidrap oleh Dinas Pendidikan Sidrap tidak mendasari landasan hukum.
Ketua Komisi A DPRD Sidrap Umar Mannong akan menindak lanjuti aspirasi para orang tua murid. (ady/C)

Exit mobile version