MAKASSAR, BKM — Sebanyak 100 orang lebih warga Desa Rompegading langsung menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Mereka mengambil program perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Masuknya seratusan warga Desa Rompegading, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng ini setelah pihak BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng melakukan sosialisasi sekaligus meresmikan salah satu desa di Kabupaten Sopppeng sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan, di kantor desa Rompegading, Kamis (20/7).
Untuk mengikuti program perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian ini, para pekerja cukup membayar iuran sebesar Rp16.800 per bulan per peserta. Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Soppeng, Andi Agus Nongki, camat Liliriaja, Kades Rompegading, dan Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagerjaan Soppeng, Asiah.
”Kami memberi apresiasi yang sangat baik atas masuknya seratusan warga Desa Rompegading menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami tidak salah dalam memilih Desa Rompegading sebagai percontohan sadar jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena selain tenaga kerja informal di desa tersebut jumlahnya cukup banyak, juga pemerintah desa di Rompegading sangat antusias dengan program BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Soppeng, Asiah.
Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Soppeng, Andi Agus Nongki, sangat mendukung program BPJS Ketenagakerjaan. ”Semoga ini dapat menjadi percontohan bagi desa lainnya di Kabupaten Soppeng. Karena risiko tidak ada yang bisa memprediksi terlebih dahulu,” katanya. (mir)
100 Warga Rompegading Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
