SIDRAP, BKM — Masa Orientasi Siswa (MOS) yang diganti dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Pasalnya kegiatan seperti ini dinilai rawan dilakukan sistim perpeloncoan dan tindak kekerasan bagi siswa baru yang masuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
KADIS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Nur Kanaah saat mewakili Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo membuka PLS SMA/SMK se-Sidrap di halaman SMKN 1 Sidrap, Jumat, (21/7).
Dihadapan ratusan siswa, guru dan Kepsek Nur Kanaah meminta agar PLS yang akan berlangsung selama dua hari, tepatnya Jumat-Sabtu (21-22/7) tidak dijadikan sebagai perpeloncoan apalagi tindak kekerasan.
Nur Kanaah mengatakan, pengenalan lingkungan sekolah merupakan suatu kegiatan untuk memperkenalkan kondisi terkini sekolah, seperti aspek sarana dan prasarana, guru-guru dan tenaga kependidikan, serta program-program sekolah.
Pengenalan lingkungan sekolah juga sarana untuk mengenal kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Tak hanya itu, ada beberapa materi yang disajikan dalam pengenalan lingkungan sekolah seperti visi dan misi sekolah, pendidikan karakter, penanggulangan bahaya narkotika dan obat-obat terlarang zak adiktif lainnya, bahaya merokok dan bahaya HIV AIDS.
“Saya tegaskan pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah harus mengacu kepada prinsip-prinsip pelaksanaan yang bebas dari perpeloncoan dan tindak kekerasan. Jika ditemukan maka akan dapat sanksi tegas,” tegas Nur Kanaah.
Sementara, Kepala UPTD SMA/SMK Wilayah Sidrap Disdik Sulsel, Abdul Wahab mengaku, sistem pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah di sekolah masing-masing yang berlangsung selama dua hari itu akan dijaga ketat oleh pihak sekolah.
Menurutnya, pengenalan lingkungan sekolah kali ini benar-benar akan dijadikan sebagai salah satu pengenalan tentang sekolah. Kemudian yang berkaitan dengan pembelajaran dan etika peserta didik akan didapat pada proses belajar mengajar.
(ady/C)
MOS di Sidrap Diganti PLS
