Site icon Berita Kota Makassar

Terpeleset ke Kolam, Santriwati Tewas

SIDRAP, BKM — Santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikmah Maccorawalie Rappang Hadriyanti (17) ditemukan tewas terpeleset ke dalam kolam, Jumat (21/7) sore.
Selama 30 menit pencarian, tepatnya pukul 16.30 Wita, Hadriyanti warga asal Kelurahan Tancung, Kecamatan Tanjung Wajo ini ditemukan sudah terbujur kaku.
Informasi yang dihimpun BKM di lokasi kejadian menyebutkan peristiwa ini bermula saat korban bersama rekannya sesama santri bermain di kolam belakang Masjid Muammar Gandhi Ponpes.
Saksi mata yang juga rekan korban Mudrika (16) warga Kelurahan Lauleng, Soreang Parepare ini mengakui kematian sahabatnya itu bermula dirinya sedang bermain di tangga kolam tersebut.
Tiba-tiba korban berniat turun ke air. Sebelum korban menyentuh air, niatnya itu sempat dicegat saksi dan menegurnya jika dasar kolam sangat dalam.
Namun, korban tak menghiraukan peringatan rekannya. Akhirnya, takdir berkata lain.
Korban yang mengenakan baju warna hitam dan rok coklat terpeleset jatuh masuk ke air dan tenggelam. Saksi saat itu hanya berteriak histeris melihat Hadriyanti tak bisa berenang.
Sebenarnya korban sempat ditolong oleh temannya dengan menjulurkan bambu dan sempat ditangkap korban, namun pegangan tangan korban terlepas dari bambu dan tidak muncul lagi dipermukaan.
Jasad korban akhirnya baru ditemukan di dalam dasar air setelah polisi dan warga menyelam mencari korban di kolam sedalam 5 meter.
“Kaki saya menyentuh korban dan saya angkat jasadnya dari dasar air. Kondisinya sudah tidak bernyawami lagi,” papar Ridho, pembantu umum Ponpes Darul Hikmah.
Jasad korban di evakuasi ke RSUD Arifing Nu’mang saat juga. Hasil visum dokter menyebutkan korban sudah meninggal dunia sebelum masuk UGR Rumah Sakit.
“Dari hasil pemeriksaan, kondisi jasad korban terdapat bibir kebiruan, nadi kerotis tidak teraba, pupil nidriasis total, hidung keluar busa dan korban diperkirakan sudah meninggal dunia sebelum masuk di IGD RSU Arifin Nu’mang,” kata dr Anita Muchtar sesaat lalu.
“Sudahlah, kami sudah mengihlaskannya. Ini sudah cobaan kami. Semua orang akan kesana juga akhirat,”tegar ayah korban Syamsu Alam.
Jasad Hadriyanti kemudian dibawah kekampung halamannya, di Tancung Wajo untuk dimakamkan. Kapolsek Urban Panca Rijang Kompol Abriadi mengaku kematian korban murni kecelakaan. (ady/C)

Exit mobile version