Site icon Berita Kota Makassar

Bermodal Pinjaman Rp3 Juta, Rintis Inovasi Sirup Sarabba

TAK ada kesuksesan yang diraih dengan cara instan. Butuh proses panjang untuk bisa menjadi yang kita inginkan. Juga pengorbanan besar untuk meraihnya.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

KORBAN tenaga, waktu, biaya dan pikiran menjadi hal yang mutlak dilakukan untuk menjadi lebih baik. Hajira menceritakan bagaimana ia melakukan pengorbanan-pengorbanan itu untuk membangun usaha. Di mana ia harus kerja ke sana kemari, sebelum akhirnya membuat usaha sendiri dan menjadi sukses seperti sekarang.
Dibalut dengan jilbab panjang berwarna hijau dan pakaian senada saat ditemui, Hajira terlihat begitu syari. Namun di balik itu, ia adalah wanita yang begitu tangguh.
Sebelum menggeluti usahanya yang sekarang, ia sudah tidak asing lagi dengan dunia kerja. Tercatat, beberapa instansi pernah ia masuki untuk bekerja di sana.
Setelah menamatkan kuliahnya di Jurusan Bahasa Jerman IKIP Ujung Pandang, ia sempat mengajar di MAN Ma’rang Pangkep. Karena saat itu hanya sebagai honorer dengan gaji kecil, ia pun hanya bertahan selama dua tahun.
Setelah itu Hajira bekerja kembali di sebuah perusahaan asuransi. Lagi-lagi ia hanya bertahan selama dua tahun. Ia kemudian hijrah ke perusahaan pengembangan perumahan di Tanjung Bunga.
Disamping harus memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan perekonomian, ia tak bisa lama menunggu pencairan gaji dari tempatnya bekerja. Hasilnya, lagi-lagi mengundurkan diri.
Setelah malangmelintang bekerja, akhirnya ia memutuskan untuk membuat usaha kecil-kecilan. Ia menjual berbagai kue tradisional seperti donat dan kue-kue lainnya. Namun saat itu usahanya tidak begitu berhasil. Maklum, ia masih kurang pengalaman.
“Sebelumnya saya pernah menjual kue-kue seperti donat dan sebagainya. Namun saat itu tidak terlalu banyak yang beli,” kenang Hajira.
Setelah kegagalannya, Hajira mulai kembali bekerja di sebuah perusahaan di Kabupaten Bone. Ia sebagai kasir kala itu. Hajira bekerja di perusahaan tersebut selama setahun lebih, sebelum akhirnya memutuskan kembali ke kampung halamannya.
Saat itu Hajira kembali memulai usaha lagi, dan kali ini cukup berhasil. Ia mulai menerima pesanan nasi kotak dari beberapa instansi. Namun lagi-lagi usaha tersebut tidak bertahan lama. Banyaknya saingan membuat perlahan-lahan usahanya gulung tikar.
Beberapa saat setelah berhenti berjualan nasi kotak, ia mendengar kabar bahwa program baru gubernur Sulsel saat itu adalah melakukan pengembangan sumber daya manusia lokal dan sumber daya alam lokal terhadap terciptanya oleh-oleh khas daerah. Hal ini membuat Hajira tertantang untuk kembali membuka usaha.
Dengan segala kemampuan dan pengalamannya, ia kemudian berhasil mengembangkan inovasi sarabba dengan dijadikannya sebuah sirup. Atas idenya, pemerintahpun saat itu sangat mengapresiasi. Disinilah awal mula kesuksesan Hajira.
Menggunakan modal awal yang sangat minim, ia kemudian diberikan bantuan pinjaman oleh BKKBN (Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana Nasional) saat itu. Pinjaman yang diberikan senilai Rp3 juta yang harus ia kembalikan dengan mengangsur Rp300 ribu perbulan selama 10 bulan.
Menggunakan modal tersebut, Hajira terus melakukan pengembangan dengan menjual sirup sarabba hasil inovasinya ke berbagai instansi di Makassar.
Keberhasilan mulai direngkuhnya. Hingga suatu hari, Dinas Pertanian Provinsi Sulsel bersedia memberikan bantuan berupa alat-alat pembuat sarabba. Dengan peralatan tersebut, Hajira semakin mudah membuat sirup sarabbanya, dan semakin mudah melayani para pelanggannya sampai sekarang.
Kini, ia telah memiliki pabrik sendiri dengan lima orang karyawan. Usahanya bisa bertahan, dan bahkan semakin berkembang sampai saat ini. Iapun mengaku sangat menikmati pekerjaannya kini.
Satu-satunya hal yang menjadi kesulitannya hanya masalah kemasan yang saat ini termasuk sulit ia dapatkan. Hal ini karena ia harus memesannya di Surabaya dengan minimal jumlah orderan yang sangat banyak. Tentu saja sangat memberatkannya.
Satu hal yang yang bisa dipetik dari Hajira adalah kerja keras dan pantang menyerah. “Selagi kita yakin, Allah pasti akan memberi jalan. Ingat, kesuksesan itu pasti akan datang kepada orang yang berkeinginan kuat,” kunci Hajira. (*/rus/b)

Exit mobile version