MAKASSAR, BKM — Surplus gula pasir konsumsi atau kristal putih ternyata tidak serta merta menjamin ketersedian di pasaran. Dari pantauan, keberadaan gula ini mulai sulit ditemui terutama di mini market atau pusat berbelanjaan.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah, mengatakan, jika kondisi yang ada terjadi karena pusat perbelanjaan belum mendapat suplai dari distributor mereka.
Hadi mengatakan stok gula di Sulsel masih bisa bertahan sampai 3 bulan kedepan. Stok gula mencapai 30 ribu ton, ini sudah termasuk 14 ribu ton milik Perum Bulog Divre Sulselbar.
“Rata-rata konsumsi kita hanya 10 ton perbulan, jadi masih ada stok kita. Jadi bukan hilang itu kalau di mal, karena HET (harga eceran tertinggi) itu ditetapkan di sana,” katanya, Senin (24/7).
Hadi menjamin, dalam satu dua hari kedepan, kondisi ini akan normal kembali. Pihaknya, mengakui akan segera melakukan pengecekan termasuk adanya isu beras oplosan yang sudah beredar di beberapa daerah.
Untuk masalah gula oplosan, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengakui belum ditemukan di Sulsel. Musababnya, Sulsel menurutnya merupakan daerah lumbung pangan nasional.
“Kalau di sini karena lumbung pangan, hal seperti itu tidak mempengaruhi terlalu signifikan. Kalau pun demikian akan kita cek, kita berharap kendali harga dan kualitas bisa dilakukan,” ucapnya.
Menurutnya, saat ini beras yang ada di Sulsel masih berkualitas baik. Pasalnya panen raya baru saja dilakukan, sehingga beras yang dihasilkan juga baik. (rhm)
Gula Langka Meski Stok 30 Ribu Ton
