Site icon Berita Kota Makassar

Tari Awo Sidrap Tembus Nasional

SIDRAP, BKM — Tari Awo (Bambu) rancangan Hendra Setiawan S.Pd dan Miftahul Janna SSn, perwakilan dari SMPN 1 Pangsid, mewakili Sulsel ke tingkat Nasional.

Tarian yang diperagakan pelajar SMPN 1 Pangsid itu berhasil juara 1 kategori kreatifitas Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Sulsel yang diikuti 24 Kabupaten/Kota.
Koreografer Tari Awo, Hendra Setiawan mengatakan, peserta didik SMPN 1 Pangsid berhasil mewakili Sulsel ke tingkat nasional dalam ajang FLS2N yang akan dilaksanakan di Surabaya September mendatang.
“Alhamdulillah, peserta didik mampu mengalahkan lawan-lawannya di FLS2N tingkat Sulsel,” ujarnya.
Mereka kini tengah melakukan persiapan dengan provinsi lain di tingkat nasional.
Tarian yang dirancang dan diperagakan lima orang peserta didik yang terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki dengan pakaian khas bugis itu terinsipasi dari tema lomba FLS2N 2017 yakni “Flora dan Fauna”.
“Saya terinpirasi membuat karya tari kreasi baru dengan berdasarkan kearifan lokal dan menghubungkannya dengan Flora dan Fauna,” katanya.
Sebelum memilih konsep garapan tersebut, Lanjut Hendra Setiawan didampingi Miftahul Janna, terlebih dahulu mempelajari buku manusia bugis tentang cerita turunnya dewata dari langit pertama kali melalui mediasi bambu.
Awo (babu) menjadi judul garapan tari peserta didik SMPN 1 Pangsid dalam lomba FLS2N tahun ini. Itu, menggambarkan tentang bagaimana filosofi bambu, mulai dari tumbuhnya bambu yang dimulai dari akar hingga menjadi pohon bambu yang siap pakai dan difungsikan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMPN 1 Pangsid, Muslimin mengaku mengapresiasi atas prestasi yang didapatkan oleh peserta didiknya itu. “Menurut saya, ini luar biasa. Anak-anak cepat mengetahui bahan atau tarian yang baru dia kenal sehingga bisa meraih juara pertama di tingkat provinsi,” jelas Kepsek.
“Anak-anak harus betul-betul latihan, khususnya fisik dan mentalnya dalam mengikuti lomba di tingkat Nasional itu nantinya,” pungkasnya. (ady/C)

Exit mobile version