Site icon Berita Kota Makassar

Rp1,2 M Dicuri dari Brankas PDAM Tanpa Dirusak

MAKASSAR, BKM — Hari masih pagi, Selasa (25/7). Kira-kira pukul 07.00 Wita. Sebuah laporan masuk ke Mapolsek Ujungpandang.
Dilaporkan bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan di ruang seksi perbendaharaan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Jalan Dr Ratulangi. Sekitar pukul 08.00 Wita, petugas SPKT dan piket yang dipimpin KSPK Polsek Ujungpandang, Aiptu Hidayat Gaffar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsek Ujung Pandang. Mereka juga berkoordinasi dengan tim identifikasi Polrestabes Makassar.
Pukul 08.30 Wita, tim identifikasi Polrestabes Makassar yang dipimpin Aiptu Herman Mote melakukan olah TKP. Hasilnya, ditemukan dua buah tas jinjing warna hitam berisi laptop. Jendela kaca ruang keuangan/anggaran dalam keadaan tercongkel.
Demikian pula pintu ruangan, rusak dengan kondisi tercongkel. Di atas sebuah kursi warna merah, polisi menemukan dua buah obeng. Laci meja dalam keadaan terbuka. Berkas-berkas berhamburan. Ditemukan pula sebuah kantong uang dalam kantong plastik putih berisi uang Rp20.000 dan Rp2.000.
Yang mengherankan, brankas ada di ruangan dalam keadaan terbuka, namun tidak ada tanda-tanda kerusakan. Diduga pelaku mengambil uang dengan total senilai Rp1,2 miliar. Juga berkas dan surat-surat berharga.
Polisi kemudian mengambil keterangan dari seorang petugas kebersihan bernama Ferdinand (23). Lelaki yang beralamat di Jalan Bontoduri 10 Lorong 1 ini menuturkan, sekitar pukul 05.00 Wita dia hendak membersihkan ruang keuangan. Saat itu dia melihat kondisi ruangan dalam keadaan berantakan. Brankas tempat menyimpan uang juga terbuka.
Ferdinand lalu melaporkan apa yang dilihatnya itu kepada Sukri (49), seorang Satpam yang bertugas. Sukri yang beralamat di Je’netallasa, Kabupaten Gowa inipun lalu melapor ke polisi.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi mengaku telah menerima laporan kasus pembobolan brankas PDAM Makassar. ”Penyidik masih mendalami laporannya. Termasuk soal dugaan keterlibatan orang dalam. Penyidik masih memeriksa saksi-saksi,” ujarnya, kemarin.
Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Humas PDAM Makassar, Muh Idris menjelaskan, hilangnya uang dari brankas bendahara perusahaan pertama kali diketahui seorang cleaning service. Ia rutin membersihkan ruangan di kantor ini setiap pagi.
”Cleaning service yang pertama membuka pintu untuk membersihkan ruangan. Kira-kira pukul 05.30 Wita. Dia mendapati pintu dan jendela di ruang seksi perbendaharaan rusak, dan langsung melapor ke petugas keamanan yang berjaga,” jelas Idris.
Disebutkan Idris, pada malam kejadian ada lima orang petugas keamanaan yang berjaga di kantor PDAM. Mereka bertugas di pos pintu utama dan pos pintu belakang untuk akses keluar masuk mobil tanki dan karyawan.
Setiap satu jam, kata Idris, para petugas keamanan secara bergantian turun patroli mengontrol setiap gedung. Entah kenapa, pencuri bisa masuk dan melakukan pengrusakan hingga mengambil uang dari brankas.
“Menurut analisa kami di internal, pelaku ini memang sudah mengintai security. Jadi bukan security yang mengintai. Tidak ada memang penjagaan khusus di tiap ruangan. Securtiy hanya berjaga di pos jaga,” terangnya.
Idris menerangkan tentang brankas yang isinya dibobol. Menurutnya, brankas tersebut sudah berusia 20 tahun lebih. Ukuran panjangnya 1 meter dan lebar 60 cm.
Uang yang disimpan di dalamnya untuk biaya operasional, seperti membayar tagihan dan kebutuhan kantor. Tidak termasuk untuk membayar gaji pegawai. ”Kita tetap profesional membayar gaji pegawai,” katanya.
Direktur Direktur Utama PDAM Makassar, Haris Yasin Limpo mengklaim, pengamanan di kantor yang dipimpinnya telah tersistem dengan baik. Karenanya, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk bekerja menyelidiki kejadian ini.
“Uangnya itu untuk biaya operasional hari ini (kemarin) untuk mitra. Termasuk pembayaran pajak. Kalau yang lain-lain kita masih cari datanya lagi,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan yang ditemui di kantor PDAM, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Untuk sementara, kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan CCTV (Closed Circuit Television), pencurian dilakukan dua orang pelaku. Berlangsung sekitar pukul 02.35 Wita. Hanya saja, untuk ciri-cirinya Anwar belum bersedia membeberkannya.
Dari rekaman CCTV dan olah TKP pelaku beraksi dengan cara merusak tiga pintu ruangan, tujuh laci meja dan mencungkil jendela. “Sidik jari dan rekaman CCTV dari olah TKP masih kita dalami. Untuk sementara kita lihat dua pelaku yang tertangkap kamera. Menurut kami, tidak ada keterlibatan orang dalam,” tandasnya.
Uang yang berhasil diamankan maling dalam brankas, kata Anwar, kurang lebih senilai Rp1,2 miliar. Pengumpulan data ke bendahara masih terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti nilai uang yang ada dalam brankas. Sebab sebelumnya bendahara pernah mengambil uang Rp3 miliar dari bank, yang kemudian dilakukan pembayaran Rp1,8 miliar.
“Sisa uang itulah yang ada dalam brankas dan diambil pelaku. Itu adalah dana yang akan dibayarkan pada hari ini (kemarin). Tapi kita masih memeriksa lagi dari sisi pembukuan keuangan,” kuncinya. (jul-arf/rus)

Exit mobile version