MAKASSAR, BKM — Usianya sudah menjelang uzur, yakni 50 tahun. Namun, Nasir Daeng Rani alias Dosen belum jua bertobat.
Ia tetap saja melakoni tindak kriminal, mencuri barang-barang elektronik (curnik). Akibatnya pun dirasakan. Peluru tajam menerjang kaki warga Perumahan Kodam 3, Jalan Peccerakkang ini hingga tak berkutik.
Dosen ditangkap saat hendak menjual laptop hasil jarahannya di BTN Asal Mula, Kecamatan Tamalanrea. Salah seorang petugas Resmob Polda Sulsel yang mengetahui jika tersangka tersebut merupakan buron, selanjutnya menghubungi rekannya.
Tak lama berselang, tim resmob yang dipimpin Ipda Haris Wicaksono tiba di lokasi. ”Barang itu kamu dapat dari mana,” tanya petugas.
Dengan suara terbata-bata, pelaku mengakui jika barang elektronik itu miliknya. Namun petugas tidak percaya begitu saja.
Hingga akhirnya Dosen berterus terang. Ia menyebut laptop tersebut merupakan hasil curian.
Polisi kemudian menggiringnya ke markas Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertasning, Senin malam (25/7). Dihadapan polisi, Dosen mengaku telah melakukan aksinya di tujuh lokasi yang berbeda.
Usai diinterogasi, tersangka kemudian dibawa untuk menunjukkan lokasi menyembunyikan hasil jarahannya. Namun di tengah perjalanan ia mencoba mengelabui petugas dan berusaha melarikan diri.
Upaya persuasif tak dihiraukannya. Terpaksa ia dilumpuhkan dengan menembak kedua kakinya. Selanjutnya petugas mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
Ipda Haris Wicaksono menjelaskan, tersangka merupakan spesialis pencuri barang elektronik. Dalam catatan kepolisian, Haris pernah beraksi di tujuh lokasi berbeda.
Di Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Biringkanaya, tersangka beraksi di sebuah rumah dan mengambil sejumlah barang. Yakni laptop merk Acer serta HP merk Netron. Masih di BTP, tersangka menggasak TV merek Polytron dari sebuah rumah warga.
Di BTP Blok AD tersangka mengambil televisi. Selanjutnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea tersangka mengambil laptop merek Acer.
Kemudian di Jalan Perintis tersangka mengambil HP. Di Jalan Paccerakkang mencuri alat pertukangan. (ish/rus)
Dua Kaki Spesialis Curnik di BTP Ditembak
