MAKASSAR, BKM–Partai Demokrat tak bisa memaksakan kadernya untuk ikut berkompetisi di kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, Pemilihan Wali Kota (Pilwali) maupun Pemilihan Bupati (Pilbup). Alasannya karena Demokrat harus melihat sosok yang akan didorongnya, baik dari segi ketokohannya dengna tingkat elektabilitas tertentu.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe usai menerima pendaftaran Bakal calon gubernur Sulsel HAM Nurdin Halid di kantor DPD jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Kamis (27/7).
Meski demikian, demokrat juga tetap mengajukan nama untuk didaftar sesuai aturan dan mekanisme yang tertuang dalam pedoman organisasi Partai Demokrat. “Iya supaya DPP punya alternatif, jika kader tidak mendaftar, bisa saja internal langsung teleminasi,”ujar Ulla-panggilan akrab Ni’matullah Erbe, kemarin.
Wakil ketua DPRD Sulsel ini mengakui bila dengan usia partai yang sudah memasuki tahun ke 14 ini tentu memiliki kematangan dalam menentukan pilihan politik kedepan. “Namun kita juga tidak bisa paksakan kader untuk ikut,”ucapnya.
Hingga saat ini ada tiga kader demokrat yang didorong untuk ikut berkompetisi masing-masing Aliyah Mustika Ilham, Andi Nurpati dan Ulla. “Aliyah dan Andi Nurpati fokus untuk posisi o2. Kalau saya tergantung DPP,”ujar legislator Demokrat Sulsel dua periode ini. (rif)
Demokrat tak Bisa Paksakan Kader
