Site icon Berita Kota Makassar

Layanan PTSP Kian Baik

MAKASSAR, BKM — Kinerja bidang investasi di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan drastis. Sampai triwulan kedua tahun 2017 nilai investasi mencapai Rp4,7 triliun, sementara di triwulan pertama hanya Rp2,9 triliun atau naik 159 persen.
Jika dibandingkan dengan pencapaian triwulan kedua tahun 2016 lalu yang hanya Rp1,5 trilliun, tahun ini mengalami kenaikan sampai 302 persen atau tiga kali lipat dibanding tahun lalu.
Untuk jumlah proyeknya, di triwulan kedua ini mencapai 200 unit juga naik dibanding triwulan pertama yang hanya mencapai 128 unit.
Investasi yang masuk di triwulan kedua ini terdiri dari sektor Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp3,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp805 miliar. Jika di triwulan pertama pembagiannya terdiri dari PMA Rp2,6 triliun dan PMDN Rp251 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMD-PTSP), AM Yamin mengatakan, di sektor PMA yang menonjol adalah industri makanan, listrik, dan telekomunikasi.
“Untuk makanan seperti kakao, kalau kelistrikan seperti pembangunan PLTB di Sidrap dan PLTU di Jeneponto. Kalau jasa telekomunikasi ini meliputi layanan jasa internet atau komunikasi nirkabel,” katanya, saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jum’at (28/7).
Sementara di sektor PMDN yang menonjol adalah sektor listrik berupa pembangunan PLTA di Luwu, Sinjai dan Toraja Utara. Selain itu ada sektor makanan yang terdiri dari 16 proyek, mulai dari pembangunan colt stroge dan pakan ternak. Serta sektor perumahan yang berjumlah 5 unit di Makassar.
“Terkait negara asal PMA yang menonjol di triwulan kedua, mulai Inggris di industri makanan, Hongkong di listrik, Singapura terkait Perdagangan,” lanjut Yamin.
Peningkatan nilai investasi di Sulsel ini disebabkan kinerja layanan PTSP yang merupakan unit terbaik di Indonesia. Kini setiap dua minggu ada kunjungan kerja dari pemerintah daerah lainnya.
“Kita juga memperbaiki komunikasi dengan pengusaha, ketiga ada masalah dilapangan kita coba bantu. Misalnya ada masalah dengan imigrasi kita lakukan mediasi,” jelasnya. (rhm)

Exit mobile version