MAMUJU, BKM — Wakil Bupati (Wabup) Mamuju, Irwan SP Pababari meresmikan secara simbolis gedung gereja Kristen Sulawesi Barat Jemaat ‘Imanuel’ Sendana, Kamis (27/7). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita.
Gedung gereja Imanuel ini terletak di Dusun Mariri, Desa Sandana, Kecamatan Tommo. Acara ini turut dihadiri beberapa pendeta dari gereja lain, beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta salah seorang anggota DPRD Kabupaten Mamuju.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Mamuju, Irwan SP Pababari menyampaikan, dengan berbagai jenis suku agama yang mendiami Kabupaten Mamuju, telah melahirkan kepercayaan beragam. Namun dari perbedaan ini tidak lantas membuat masyarakat di Mamuju menjadi berbeda dalam semua hal.
”Buktinya, hingga saat ini kita senantiasa masih mampu menjaga kerukunan antarsuku maupun antaragama. Bahkan sampai saat ini Sulawesi Barat berada di enam besar dalam menjaga kerukunan antarumat beragama,” pungkasnya.
Irwan juga menjelaskan, pemerintahan yang saat ini ia pimpin bersama Bupati Mamuju, H Habsi Wahid, menetapkan sektor keagamaan sebagai salah satu strong point kebijakan pembangunan yang tertuang dalam salah satu misi yang akan mereka prioritaskan beberapa tahun ke depan. Yakni mewujudkan Mamuju sebagai daerah terbuka, ramah, aman, dan nyaman.
”Olehnya itu, untuk mewujudkan ini semua saya bersama pak bupati secara bertahap terus berupaya membangun sektor ini, baik dari fisik maupun mental yang terus dibenahi. Karena kami yakin, persoalan agama adalah salah satu pondasi awal yang akan menyokong keberhasilan sektor-sektor lainnya yang akan terus kami dorong untuk daerah ini,” jelasnya.
Sementara itu, Pendeta Robert P Borrong, selaku orangtua di Dusun Sandana, mengatakan, gedung gereja ini merupakan sebuah simbol dari persatuan baik dari keluarga gereja maupun dari keluarga Sandana.
”Untuk itu, saya selaku orangtua di keluarga Sandana ini menekankan kepada seluruh warga disini, kalau gereja ini sudah kita bangun jangan dibiarkan sepi. Tapi bangunan ini harus kita gunakan sesuai fungsinya seperti tempat kita belajar, saling mengingatkan, dan membangun kebersamaan. Karena terkadang saya perhatikan terutama anak muda, lonceng sudah berbunyi tetapi mereka belum mandi bahkan belum bangun,” tuturnya. (ala/mir/c)