MAKASSAR, BKM — Realisasi fisik proyek elevated road atau jalan layang Maros-Bone sudah mencapai 55 persen.
PPK 02 Metropolitan Makassar 1 BBPJN XIII, Marlin Ramli, mengatakan, pengerjaan proyek segmen pertama direncanakan mencapai 3,5 kilometer. Dengan panjang jalan melayang 416 meter. Selain itu, ada pelebaran ruas sepanjang 2,8 kilometer.
“Jadi nanti lebar jalan menjadi 11 meter,” ungkapnya, Minggu (30/7).
Kata dia, progress fisik secara umum sudah mencapai 55 persen. Dari 416 meter bagian yang melayang, ini terbagi menjadi 10 bentang. Sudah ada 5 bentang yang terpasang balok girder.
“Sekarang pekerjaan sementara pemasangan untuk balok girder di bentang ke-6,” urainya.
Sementara itu, Kepala BBPJN XIII, Bastian Sihombing, mengatakan, kendala lahan yang diakuinya tak ada lagi masalah. Karena lahan semua milik negara. Selain itu, juga ada pendampingan TP4D dari Kejaksaan terkait pembebasan lahan. “Maret 2018, proyek ini sudah harus rampung,” tegasnya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, sebelumnya mengatakan, untuk pembangunan segmen berikutnya, pihaknya sudah mengusulkan ke pusat agar di proyek ini juga ada terowongan menembus gunung. Kata dia, dengan menggunakan terowongan, kawasan hutan lindung yang dibabat akan berkurang.
“Saya sudah usul. Mungkin sementara dikaji. Juga variatif bila ada terowongan, pengendara makin menikmati perjalanannya,” jelas Syahrul.
Proyek jalan “kelok sembilan mini” ini mendapat kucuran anggaran Rp80 miliar pada tahun ini. Total nilai kontraknya mencapai Rp167 miliar yang kontraknya sebenarnya mesti rampung Desember 2017. Namun diperanjang karena sulitnya pengerjaan di lapangan.(rhm)
