MAKASSAR, BKM– Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Nur Syamsul Rizal dan mahasiswi STIE Wirabakti, Nurul Rahmawati dinobatkan sebagai Duta Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan 2017. Keduanya berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya dari berbagai universitas di Sulsel.
Penyeleksiannya dilakukan di Hotel Remcy, Sabtu (30/7). Peserta sebelumnya berjumlah 50 orang yang telah melalui berbagai tes. Tes yang harus dilalui para peserta antara lain tes bakat, presentasi Karya Tulis Ilmiah (KTI), tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), dan tes fisik.
Seluruh peserta berasal dari berbagai universitas yang ada di Sulsel dengan mewakili daerahnya masing-masing.
Dari hasil semua tes yang dijalani, akhirnya terpilih 25 orang untuk masuk ke babak selanjutnya. 25 orang ini lah yang yang diseleksi berdasarkan hasil tanya jawab yang dilakukan oleh juri.
Setelah semuanya tampil, dipilih kembali delapan orang untuk melaju ke babak final. Delapan orang ini terdiri dari empat peserta pria dan empat peserta wanita. Terakhir, para peserta kembali di seleksi dengan berbagai pertanyaan oleh juri untuk menentukan siapa yang berhak menyandang sebagai Duta Bahasa Sulsel 2017. Nur Syamsul Rizal dan Nurul Rahmawati pun diberi penghargaan tersebut.
Syamsul, sapaan Nur Syamsul Rizal yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa UIN Alauddin mengatakan jika dirinya sangat bahagia mendapat gelar tersebut. Syamsul yang tahun lalu juga menjadi peserta namun gagal menjadi duta ini sebenarnya sempat merasa kecewa. Namun ia berhasil bangkit dan membuktikan dirinya sehingga tahun ini ia pun berhasil menjadi juara. “Saya mau kumpulkan anak muda seperti Obama (Obrolan Anak Muda) supaya kita mengetahui dan mencarikan solusi permasalahan anak muda sekarang, kemudian saya mau membentuk forum para penggiat dan pecinta bahasa,” jelas Syamsul.
Nurul yang saat ini tercacat sebagai mahasiswa STIE Wirabakti Makassar ini lebih unik lagi. Anak dari pasangan orang tua yang berasal dari Jawa dan Pare-Pare ini mampu menguasai bahasa jawa sekaligus bahasa bugis. Ia berkeinginan bisa menggerakkan anak-anak usia dini untuk lebih mencintai bahasa. “Untuk membentuk kecintaan terhadap bahasa Indonesia, memang seharusnya dibentuk sedini mungkin, saya kerap mencontoh dari kedua orang tua saya yang berbeda suku, dan bahasa Indonesialah yang bisa mempersatukan kami,” kata Nurul.
Untuk selanjutnya, Duta Bahasa Sulsel akan dikirim ke Jakarta pada 14-19 Agustus nanti untuk mengikuti pemilihan Duta Bahasa tingkat Nasional.(nug/war/c)
Mahasiswa UIN dan STIE Wirabakti Jadi Duta bahasa
