Site icon Berita Kota Makassar

Rintis Usaha Travel saat Jadi Dai

PENDIDIKAN terakhirnya adalah sarjana pendidikan dan magister pendidikan. Tapi Ambo Tang tidak memilih menjadi guru ataupun dosen. Ia kemudian menjatuhkan pilihan dengan menggeluti usaha di bidang teknologi informasi (IT).
Ditemui di kantornya di bilangan Paccinongang, Kabupaten Gowa, akhir pekan lalu, Tang –begitu ia akrab disapa– menuturkan panjang lebar tentang usaha yang kini digelutinya. Sebelum menjadi seorang wirausahawan, ia lebih banyak beraktivitas di bidang keagamaan, yakni sebagai seorang dai atau pendakwah.
Ini tentu tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya sebagai alumni Pesantren Mangkoso, Kabupaten Barru dan Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar. Menjadi dai bagi seorang Tang, dirasakan sangat mengasyikkan. Karena selain bisa melakukan syiar Islam, juga dapat bertemu dengan banyak orang dari berbagai elemen. Dan yang lebih terpenting lagi, bisa mengajak banyak orang beramar ma’ruf nahi munkar.
Tang mengakui, dakwah itu adalah amanah. Suka duka adalah keniscayaan. Namun bagi Tang, dirasakan lebih banyak sukanya. Hormon kebahagiaan sangat terasa saat menggeluti dakwah.
”Yang berkesan selama saya menjadi pendakwah saat dakwah lebaran Idul Fitri dan Idul Adha di kampung saya. Tepatnya di Dusun Binanga Sangkara, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Pada saat akhir-akhir khutbah kedua, jamaah pada naik masukin amplop di kantong jas,” akunya seraya tertawa.
Dalam membawakan materi dakwah, tutur lelaki kelahiran Kabupaten Maros ini, dirinya tidak terlalu sulit. Karena semua sudah pernah didapatkan semasa masih bersekolah di pesantren dan juga di bangku kuliah.
”Kita semua sebenarnya adalah dai. Itu adalah mandat Ilahi Rabbi, tujuan dasar penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Awal mulai berdakwah saat saya duduk di I’dadiyah Pondok Pesantren Mangkoso, Kabupaten Barru,” kenangnya.
Di tengah kesibukannya sebagai seorang dai, Tang juga mencoba merintis usaha travel yang diberi nama Syar’i Travel. Usahanya ini mendapatkan perhatian yang cukup besar dari masyarakat.
Terbukti, sudah banyak komunitas yang menggunakan usaha jasa travelnya dalam melakukan perjalanan bersama. Bahkan untuk jamaah umrah, sudah ada puluhan yang diberangkatkan ke tanah suci.
”Syukur Alhamdulillah, keberadaan usaha travel kami telah mendapat tempat di hati masyarakat. Telah banyak komunitas yang menggunakannya untuk melakukan perjalanan secara berkelompok. Baik yang sifatnya sekadar jalan-jalan maupun untuk menunaikan ibadah umrah,” terangnya. (mir)

Exit mobile version