MAKASSAR, BKM–Sebanyak 158 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Managemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM-LPI) Makassar meraih gelar akademik magister pada rapat senat terbuka luar biasa wisuda pascasarjana II 2017, Minggu (30/7) di Hotel, Dalton Biringkanaya.
Wisudawan tersebut antara lain seorang jurnalis, Zain Syam, SPd.MPd dari (Berita Kota Makassar), enam perwira menengah Kodam XIV Hasanuddin diantaranya, Rusydy Kasim, SE.MM, Darmanus K, SE.MM. Berikut Y Yoseph, SE.MM (Polres Pangkep), Roby, SE.MM (Batalyon B Brimob Parepare). Para aparatur sipil negara (ASN) dalam beragam jabatan dan institusi.
Wisuda kali ini dihadiri seorang ilmuan Australia Study Educational Services, General Manager, Wojtek Wawrzynsk. Ketua STIM-LPI, Andi Nuryadin, SE.MSi, Ketua Kopertis Wilayah IX diwakili H Andi Amir, SH.MH. Ketua Yayasan LPI Makassar Raya,Andi Sumange Lipu, SH.MM, para dosen (Dr. Yasrin Tandi, SE.MM, Dr Andi Syharum Makkuradde, SS.SE.MSi, Dr Milka Pasulu), wisudawan dan keluarga besar wisudawan. Turut beri sambutan Ketua Kopertis, Ketua STIM dan Dr Andi Syharum Makkuradde.
Direktur Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Managemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM-LPI) Makassar, Prof H Tajuddin Malik, mengatakan, tradisi akademik wisuda II perguruan tinggi dilaksanakan menjadi bukti, sekaligus pertanggungjawaban STIM terhadap pengelolaan dan penyelenggaran pendidikan. Kampus ini memiliki kompetensi dan keterampilan tinggi yang dikembangkan secara terus menerus dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal institusi, sejak 1972 hingga kini menelorkan 30.000-an alumni.
Karena itu, wisudawan selama dua tahun ditempah, diasah, dikembangkan dan ditingkatkan melalui serangkaian penelitian, survei, kajian dan analisis dari pengajar yang berkualifikasi doktor, profesor. Kemudian melahirkan gelar magister, merupakan hasil ciptaan manusia yang berpengetahuan, berketerampilan, bersikap dan berperilaku produktif. Para pengajar selalu berusaha menciptakan teknologi bermodalkan teknologi yang ada pada dirinya, seraya senantiasa berupaya menciptakan teknologi yang lebih baik.
Diharapkan alumni setelah kembali di unit tugasnya, menghasilkan karya yang memang merefleksikan kualifikasi masing-masing. Setidaknya alumni sendiri tentu menyadari hal itu, sehingga mencegah dirinya menghasilkan karya yang memiliki kualitas seadanya. (zai/war)
158 Mahasiswa STIM-LPI Raih Gelar Magister
