MAKASSAR, BKM — Setelah bekerja selama sepekan, penyidik Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar akhirnya berhasil mengidentifikasi pembobolan brankas PDAM yang membawa kabur uang Rp1,2 miliar.
Hal itu disampaikan langsung Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi, kemarin. Hanya saja, orang nomor satu di jajaran Polrestabes Makassar ini belum bersedia merinci identitas dan ciri-ciri pelaku.
”Yang pasti sudah ada titik terangnya. Pelaku pembobolan sudah teridentifikasi. Penyidik masih terus bekerja. Begitu pula anggota di lapangan,” kata Endi, kemarin.
Mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini menyebut, dalam kasus tersebut pihaknya telah memeriksa delapan orang saksi. Diantaranya petugas keamanan, petugas kebersihan, staf serta bendahara PDAM.
Apakah yang diidentifikasi itu orang dalam PDAM atau bukan? Endi tidak secara gamblang menerangkan. Dengan nada diplomatis, ia menjawab bahwa penyidik sudah memiliki bayangan dan titik terang dalam kasus ini.
”Jika pelakunya sudah ditangkap baru kita usut apakah ada keterlibatan orang dalam atau tidak. Siapa tahu jika sudah ditangkap, pelakunya juga terlibat dalam kasus pembobolan brankas di SMA 1 Makassar yang hingga kini belum terungkap. Kita tunggu saja hasil pencarian dan pengejaran anggota di lapangan,” jelas Endi.
Tentang kasus kebakaran di ruang Satuan Pengawas Internal (SPI) PDAM, Endi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel.
Pantauan BKM di ruangan SPI yang terbakar, kemarin terlihat tidak ada aktifitas pegawai di dalamnya. Garis polisi masih terpasang mengeliling gedung.
Meski pintu masuk utama dalam ruangan sudah terbuka setengah, namun belum digunakan untuk aktifitas pegawai seperti hari-hari biasa. Beberapa staf memilih untuk berteduh di bawah pohon tepat di depan gedung.
Sementara dari dalam gedung masih terlihat puing-puing sisa-sisa kebakaran. Monitor komputer, meja kayu dan bangkai sofa masih berserakan. Termasuk berkas dalam lemari besi yang berada dekat jendela belum juga dievakuasi. Lantai dalam ruangan masih kotor dan diselimuti abu sisa kebakaran.
Pintu belakang gedung dan jendela terlihat sudah terbuka. Kondisi ini berbeda di hari pertama pascakebakaran. Kala itu, hanya dua jendela yang terbuka. Karena satu jendela pecah akibat panas. Dan satunya lagi dipecahkan oleh petugas pemadam kebakaran untuk menjinakkan api dalam ruangan.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PDAM Makassar Muh Idris menyampaikan, untuk sementara waktu, staf maupun kepala bagian berkantor di gedung Dharma Wanita yang ada dalam kompleks kantor PDAM di Jalan Ratulangi.
“Kalau labfor sudah izinkan staf memasuki ruangan, berarti kita sudah bisa masuk untuk membersihkan ruangan dan menempatinya bekerja. Tinggal menunggu saja arahan dari Labfor,” ujar Idris, kemarin.
Anggota Badan Pengawas PDAM Makassar Nurmal Idrus yang dihubungi terpisah, belum dapat memastikan kapan akan melakukan pemanggilan kembali terhadap direksi. ”Tergantung ketua kapan pemanggilan dilakukan,” kata Nurmal. (jul-arf/rus)
Pembobol Brankas PDAM Teridentifikasi
