Site icon Berita Kota Makassar

Dua Pembobol Brankas Ditembak, SYL ke PDAM

MAKASSAR, BKM — Drama pembobolan brankas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar memasuki tahap baru. Dua pria yang menjadi pelaku berhasil ditangkap. Masing-masing Hunawa (40) asal Ambon, dan Muh Iwan (29) warga Biringkanaya.
Hunawa diciduk anggota Resmob Polrestabes Makassar di Maluku Tengah, Ambon, Minggu (30/7). Ia bahkan terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan pada kedua lututnya.
Demikian pula Muh Irwan. Saat hendak ditangkap di rumahnya di Biringkanaya, Senin malam (31/7), ia mencoba melarikan diri. Kakinya yang sebelah kiri juga ditembak.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani merilis pengungkapan kasus ini di mapolrestabes, kemarin. Ia menjelaskan, keberhasilan menangkap kedua pelaku berdasarkan sidik jari yang melengket di brankas.
”Ketika dibuka di laptop, sidik jarinya langsung terbaca. Tercantum identitas Hunawa yang beralamat di Ambon, dan Muh Iwan tinggal di Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya. Terungkap karena mereka sudah menggunakan KTP elektronik, sehingga mudah teridentifikasi identitas dan alamatnya,” jelas Endi.
Berdasarkan fakta itu, polisi langsung terbang ke Ambon. Diback up anggota Polres Ambon, aparat langsung melakukan pengejaran terhadap Hunawa. Setelah keberadaannya diketahui, pelaku bukannya menyerah. Malah mencoba melarikan diri.
Tak ingin buruannya kabur, polisi mencoba memberi tembakan peringatan. Namun pelaku tak menggubrisnya. Tindakan tegas diambil. Moncong pistol diarahkan pada kedua kakinya, hingga akhirnya Hunawa tak lagi bisa lari.
Selanjutnya tersangka dibawa ke Makassar dengan menggunakan pesawat. Tiba di bandara internasional Sultan Hasanuddin, Senin malam (31/7).
Dibawa serta barang bukti berupa uang hasil kejahatan sebesar Rp253 juta. Sebagian telah dipakai untuk membeli dua unit motor. Kendaraan roda dua itu kini dititip di Polres Ambon.
BKM mencoba meminta keterangan dari tersangka Hunawa. Namun dia memilih bungkam.
”Tersangka Muh Irwan ditangkap di Biringkanaya berdasarkan keterangan tersangka Hunawa yang ditangkap di Ambon. Hunawa merupakan pelaku utama yang membobol brankas. Sementara Muh Irwan membawa keluar uang yang disimpan dalam kantung,” jelas Endi.
Saat beraksi, lanjut Kapolrestabes, pelaku ada empat orang. Dua orang yang bertugas berjaga-jaga di luar kawasan kantor PDAM. Sementara dua lainnya bertindak selaku eksekutor.
”Sebelum melakukan aksinya, pelaku beberapa kali datang di kantor PDAM. Mereka berbaur dengan masyarakat lain. Tersangka berpura-pura membayar rekening air sambil memperhatikan situasi ruangan keuangan. Dari hasil pantauan pelaku, di dalam ruangan itu diketahui memiliki sebuah brankas,” terang Endi lagi.
Berbekal hasil pengamatannya, pelaku kemudian datang pada Minggu (24/7) pukul 22.30 Wita. Tersangka masuk area PDAM dengan mobil pada pukul 00.00 Wita. Mereka mengaku sebagai karyawan PDAM dan berhasil melewati pos Satpam. Pukul 02.00 Wita tersangka keluar dari area kantor dan tidak ditahan oleh Satpam.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Anwar mengemukakan, dari keterangan tersangka ia tidak mengetahui jumlah uang dalam brankas seperti dilaporkan pihak PDAM sebesar Rp1,2 miliar.
”Yang jelas, tersangka mengambil uang dalam brankas dan langsung pergi. Sebagian sudah dipakai. Sebagian lagi dibawa kabur dua orang rekannya yang masih buron,” jelas Anwar.
Kasat Reskrim menegaskan, dari hasil pemeriksaan, tidak ada kaitan orang lain ataupun keterlibatan pihak PDAM. Melainkan tersangka sendiri yang membobol brankas. Apalagi mereka merupakan residivis dalam berbagai kasus.
”Tersangka Muh Iwan sudah beberapa kali masuk keluar penjara dalam kasus pencurian laptop dan brankas di tol. Keterangan tersangka masih dikembangkan guna mencari dua rekannya yang masih buron,” terang Anwar.
Pada hari yang sama, kemarin, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo secara mendadak melakukan kunjungan ke PDAM Makassar. Setiba di kantor yang berlokasi di Jalan Ratulangi ini, ia langsung menuju lantai 2. Pertemuan tertutup pun digelar dengan Direktur Utama (Dirut) PDAM, Haris Yasin Limpo yang juga adik kandung SYL.
Pertemuan itu dilakukan sekitar 30 menit. Melibatkan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel Andi Asmanto Baso Lewa.
Usai pertemuan tertutup, kepada wartawan, Syahrul mengaku kedatangannya hanya sebatas jalan-jalan biasa. “Sejujurnya saya datang jalan-jalan saja. Saya juga sudah telepon Pak Wali Kota kalau akan ke sini,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Sulsel itu mengatakan pembicaraanya dengan Dirut PDAM hanya sebatas menanyakan pelayanan terkait air bersih kepada masyarakat
Namun, Syahrul akhirnya menjelaskan jika tujuan lain dirinya ke ke tempat ini adalah untuk menanyakan kondisi PDAM pascakebakaran dan pencurian terjadi.
“Yang sangat menarik, kalau gubernur datang dan tentu saja saya sudah telepon Pak Wali Kota untuk ke sini, karena baru habis kecurian kan. Terus belum selesai kecurian ada kebakaran. Jadi saya bilang ada apa nih, kenapa begitu,” cetusnya.
Tentu saja, lanjutnya, untuk kasus pencurian yang terjadi, saat ini sudah ditangani polda. “Kita semua tidak campuri dan tidak boleh masuk lagi,” jelasnya.
Namun terkait kebakaran, dia sempat bertanya-tanya apakah tidak ada unsur politis yang terlibat sehingga peristiwa itu terjadi. “Iya saya sempat bertanya-tanya, tidak adajikah politisnya inikah. Sebagai kakak dan gubernur tentu saya akan pertanyakan. Kan selesai urusan saya,” ungkap Syahrul.
Kalau memang demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian dalam hal ini Polda untuk konsentrasi dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Selain itu, pihaknya juga akan langsung menggelar rapat dengan Kominda dan komunikasi intelijen dan kepolisian serta kabinda. Termasuk melibatkan unsur densus untuk memonitor keamanan di daerah ini.
Direktur Utama PDAM Kota Makassar Haris Yasin Limpo, menjelaskan kunjungan gubernur adalah silaturahmi biasa untuk mempertanyakan pelayanan di PDAM.
“Intinya beliau hanya menanyakan pelayanan kita ke masyarakat apakah tidak terganggu dengan apa yang terjadi sekarang. Kita bilang tidak terganggu. Semua normal saja bisa diantisipasi karena SOP nya jelas,” ungkap Haris.
Dia menekankan, pihaknya tidak bisa memberi jawaban terkait kasus pencurian karena sepenuhnya sudah ditangani aparat kepolisian.
“Untuk kasus pencurian, saya tidak bisa jawab itu karena sudah menjadi kewenangan polisi. Kami sudah serahkan sepenuhnya ke kepolisian. Nanti biar polisi yang ungkap apa kejadiannya, ada apa dan segala macam. Kami konsentrasi betul dulu ke persoalan pelayanan,” kelit Haris.
Dia mengaku, pihaknya terus membangun stigma positif dengan meningkatkan pelayanan agar masyarakat melihat jika PDAM tidak terpengaruh dengan peristiwa tersebut. Layanan tetap jalan seperti biasa.
Bakal calon wali kota Makassar menegaskan, aparat kepolisian harus melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku kriminal, walaupun sekiranya dalam pengembangan kasus ditemukan ada orang dalam yang terlibat dalam peristiwa tersebut. (jul-rhm/rus)

Exit mobile version