MAKASSAR, BKM–Peluang empat pasangan bakal calon (Balon) gubernur dan wakil gubernur untuk ikut bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 27 Juni 2018 mendatang belum sepenuhnya aman.
Empat pasangan yang selama ini saling mengejar dukungan partai politik dikabarkan tidak sepenuhnya akan mulus mendapatkan rekomendasi dari elit partai politik di jakarta.
Keempat pasangan tersebut masing-masing HAM Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), Nurdin Abdullah-Ahmad Taribali Lamo (TBL) dan Agus Arifin Nu’mang-Aliyah Mustika/Ni’matullah/Andi Nurpati.
Sedikitnya tiga partai politik sangat menentukan apakah pasangan calon dapat menjadi empat atau hanya tiga. Ketika partai tersebut masing-masing Nasdem, Hanura dan PDIP.
Partai Nasdem mengontrol 7 kursi di parlemen, Hanura 6 kursi serta PDIP 5 kursi.
Jika pasangan NH-Aziz yang sudah mendapat dukungan Partai Golkar dengan 18 kursi di parlemen, juga mendapat dukungan Hanura atau PDIP, maka posisi dukungan untuk pasangan IYL-Cakka atau NA-TBL belum begitu aman.
Meski kedatangan IYL ke acara pelantikan pengurus DPD Partai Hanura Sulsel belum menjamin arah dukungan Hanura untuk pasangan IYL-Cakka. “Kedatangan Pak Ichsan belum menjamin arah dukungan Hanura. Saya masih optimistis bila Hanura akan merekomendasikan pasangan NH-Azis,”ujar legislator Golkar Sulsel Armin Mustamin Toputiri, Selasa (1/8) kemarin.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel HA Kadir Halid juga sudah mendapat sinyal dari DPP Hanura bila NH yang akan mengendarai Hanura di Pilgub.
Tak hanya itu, Agus juga belum aman manakala tak mampu menyatukan dukungan Gerindra, PKS dan Demokrat. “Saya tak ingin sesumbar, kita lihat hasil akhirnya nanti pada saat injury time”ujar Agus.
Wakil gubernur dua period eini emgnaku tak ingin terburu buru menentukan wakilnya. “Ada Ibu Aliyah, Andi Nurpati, dan Pak Lutfhi, tapikan kita juga butuh partai pendukung,”ujar Agus, Selasa (1/8).
Agus mengkau ingin berkaca dari Pilgub DKI Jakarta dimana pasangan Anis Baswedan – Sandiaga Uno ditentukan pada menit-menit terakhir sebelum KPU menutup pendaftaran. “Pilgub jakarta saja minus berapa jam sebelum pendaftaran ditutup, bisa jadi kita juga begitu,”tambahnya.
Dosen politik Unhas Adi Suryadi Culla menilai Agus Arifin Nu’mang sudah lebih siap untuk maju di Pilgub Sulsel mendatang. “Pak Agus sebenarnya lebih siap maju karena sudah ada PKB, meskipun itu kecil,” katanya. Adi yang juga Ketua Pendidikan Sulsel itu menilai Partai Gerindra cenderung mengusung kadernya bertarung di Pilkada, dan Agus sudah mengantongin KTA Gerindra. (rif)
Menanti Pasangan ke Empat Nasdem, Hanura dan PDIP Ikut Menentukan
