Site icon Berita Kota Makassar

Anak Bimbingannya Sabet Emas di SIMOC

DI KALA seorang anak meraih prestasi, sanjungan benar-benar mengalir kepadanya. Ia dianggap memiliki kelebihan dari yang lainnya. Karena hanya sebagian kecil yang mampu meraihnya. Padahal selain anak tersebut, ada satu pihak yang kerap dilupakan. Dialah sang mentor atau pembimbing.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

BANYAK diantara para mentor yang terlupakan ketika anak bimbingannya mengukir prestasi. Padahal, perlu diingat bahwa tugas seorang mentor tidaklah mudah. Ia harus benar-benar mengetahui karakter anak tersebut lebih dulu, kemudian memberikan metode yang tepat supaya tujuan anak tersebut bisa dicapai.
Muhtar tahu betul jika siswa yang dibimbingnya adalah seorang calon juara yang mampu mengharumkan Indonesia. Artinya, dalam proses pembimbingannya, ia tidak main-main.
Di awal meniti karirnya, ketika mulai menjadi mentor khusus untuk persiapan olimpiade, Muhtar hanya merasa tertantang saja. Tidak ada tujuan lain. Baginya, ia bisa sekalian belajar dengan berbagai soal yang ada dalam olimpiade. Apalagi soal matematika yang disajikan bukanlah berbahasa Indonesia, namun bahasa Inggris. Selain itu, ia juga memiliki kepuasan tersendiri dengan apa yang diakukannya.
Banyak kesulitan yang dihadapi Muhtar ketika membimbing anak-anak ini. Karena mereka rerata murid SD. Muhtar sadar betul bahwa sifat kekanak-kanakan yang terkadang ingin selalu bermain-main pasti ada dalam diri mereka. Untuk itu, tak pernah sedikitpun ia memaksakan siswanya jika sedang tak ingin belajar.
Solusinya, ia biasa membukakan berbagai video yang menghibur bagi para siswanya. Video yang dipertontonkannya tentu saja yang masih memiliki sifat edukasi. Misalnya cara membuat kerajinan tangan dan sebagainya, sehingga mereka tidak bosan.
Walaupun begitu, Muhtar merasa tidak kesulitan. Ia mengatakan, anak-anak yang dibimbingnya berbeda dari anak lainnya. Ia merasa bahwa sebenarnya keinginan siswanya untuk bermain-main tidak seperti anak kebanyakan.
“Beda memang. Wajarlah kalau anak-anak itu sukanya bermain. Tapi sebenarnya pemikiran mereka itu lebih condong ke prestasi. Jadi mereka sebenarnya lebih suka mengerjakan soal-soal daripada bermain-main,” kata Muhtar.
Kesulitan lain yang dihadapinya adalah mencarikan mereka materi yang pas untuk dipelajari. Selain berbeda dengan kurikulum yang dipelajari di sekolah, Muhtar kerap kali mencarikan soal-soal tahun sebelumnya pada olimpiade internasional tersebut, namun tak pernah tersedia di manapun.
Ia mencontohkan, saat salah satu siswanya Andi Pangeran Maulana ingin mengikuti olimpiade internasional, Muhtar hanya mendapatkan contoh soal dua tahun lalu. Itu pun tidak bisa diunggah maupun dicopy.
Namun Muhtar tak pernah kehabisan ide. Dia pun mencari contoh soal lain yang bahkan lebih sulit di olimpiade tersebut untuk dipelajari. Awalnya memang justru membuat siswanya kesulitan. Namun dirinya tetap percaya, jika hal tersebut terus dibiasakan maka hasilnya pasti akan maksimal.
Apa yang dilakukannya tak sia-sia. Saat Andi Pangeran Maulana mengikuti olimpiade Singapore International Math Olympiad Challege (SIMOC), ia berhasil menyabet emas.
Andi Pangeran saat itu mewakili Indonesia untuk menghadapi saingannya dari berbagai negara. Ada dari Singapura, Malaysia, Vietnam, Hongkong, Kamboja, India, Uzbekistan, Bulgaria, Myanmar, Tiongkok, Mongolia, Laos, Brunai Darussalam, dan Rusia. Menjadi sangat luar biasa karena Andi Pangeran berhasil mengalahkan mereka semua.
Walaupun telah berhasil membawa siswanya menjuarai olimpiade internasional, Muhtar tetap saja merendah. Baginya, jika anak ingin berprestasi maka peran orang tua sangat penting di sini. Makanya, ia selalu berpesan bahwa para orang tua hendaknya lebih memperhatikan anak-anaknya dalam urusan pendidikan.
“Anak-anak yang saya bimbing itu tidak akan bisa berprestasi kalau orang tuanya tidak mendukung. Mereka itu diarahkan ke saya, karena memang orang tuanya memohon untuk dibimbing. Makanya, saya maunya para orang tua itu lebih memperhatikan anaknya, sesibuk apapun,” tutup Muhtar. (*/rus/b)

Exit mobile version