Agenda Partai
MAKASSAR, BKM–Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Aliyah Mustika Ilham menegaskan bila dirinya telah mendapat restu dari mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang akan dihelat 27 Juni 2018 nanti. “Atas restu suami, Pak Ilham Arief Sirajuddin saya siap maju di Pilgub untuk mengemban amanah partai,”ujar Aliyah ketika mengembalikan formulir sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Tim Desk Pilkada Demokrat Sulsel jalan Yusuf Dg Ngawing, Jumat (4/8).
Menurut Aliyah, dirinya sudah memutuskan untuk ikut berkompetisi di Pilgub nanti. Soal siapa yang mendapat restu dari partai dirinya menyerahkan ke DPP. “Saya memutuskan maju karena dukungan dari suami saya Pak Ilham,”ujar Aliyah mengulangi penegasannya ketika usai mengembalikan formulir.
Aliyah mengaku akan membawa semangat baru, suasana baru dan energi baru untuk Sulsel. Aliyah disambut Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe, sekretaris Syamsu Rizal, Ketua tim Desk Pilkada Selle KS Dalle serta belasan pengurus lainnya.
Sehari sebelumnya, sekretaris Bappilu DPP Demokrat Andi Nurpati juga mengembalikan formulir di Tim Desk Pilkada Demokrat Sulsel.
Aliyah dan Andi Nurpati memiliki peluang yang sama untuk menjadi wakil dari Agus Arifin Nu’mang di Pilgub nanti.
Aliyah telah terbukti memiliki basis yang jelas ketika Pileg 9 April 2014 sehingga duduk di DPR RI. Begitu pula suami Aliyah yakni Ilham pernah bertarung di Pilgub 2013 lalu. Adapun Andi Nurpati memiliki basis di Muhammadiyah.
Kader Muhammadiyah Sulsel M Dg Sijaya menilai kader Muhammadiyah di Sulsel mencapai 2 juta. “Kalau Andi Nurpati yang jadi maju, tentu akan menyolidkan kader,”jelas Dg Sijaya.
Dosen Politik Unismuh Makassar, Luhur A. Prianto menilai, Agus AN yang juga Wakil Gubernur Sulsel dua periode sebaiknya mencari figur pendamping berlatar belakang Politisi dan Ormas yang kuat untuk bertarung.
Kata Luhur, dalam menentukan figur pendamping, Agus sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan geopolitik dan geostrategi saja. Sebab, belakangan ini ada beberapa kandidat yang prospektif dengan latar belakang ormas dan partai yang kuat. “Dengan mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan Menurutnya, posisi Agus sebagai bagian dari Jamaah ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) bisa menjadi diferensiasi brand yang membuatnya bisa mengusung gagasan Islam politik yang lebih moderat dan tidak terlalu kanan. “Gagasan ini bisa semakin kuat jika Pak Agus mengambil calon wakil di tokoh Muhammadiyah. Sejumlah kader Muhammadiyah yang selama ini banyak disebut yakni Ashabul Kahfi, Syaiful Saleh dan Andi Nurpati. “Nilai lebih yang di miliki Andi Nurpati adalah identitasnya sebagai elit DPP Partai Demokrat, tokoh perempuan dan kader Muhammadiyah. Selain mobilisasi gerbong partai, Andi Nurpati juga bisa memanfaatkan basis kultural untuk kerja-kerja elektoral,”pungkas Luhur. (rif)
Aliyah Tegaskan Dapat Restui Mantan Ketua DPD
