Site icon Berita Kota Makassar

NH Kembali Sisir Sulsel Ingatkan Agar Media tetap Profesional

KETUA DPD I Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid (NH) kembali akan menyisir sejumlah daerah selama tiga hari kedepan. Mulai hari Sabtu (5/8) NH melantik pengurus DPD Golkar Parepare, selanjutnya menghadir dua kegiatan di Kabupaten Wajo. Usai dari Wajo, NH yang juga bakal calon gubernur selanjutnya ke Kabupaten Bone selama dua hari.
Setelah dari Bone, NH kembali ke Makassar dan esok harinya Rabu berangkat ke Kabupaten takalar dan ke Kabupaten maros untk melantik pengurus DPD II. “Usai melakukan road show dilima daerah pak NH lalu terbang ke jakarta,”ujar Ketua Bappilu Golkar Sulsel HA Kadir Halid, Jumat (4/8).
Sebelumnya, NH mengajak agar media berita di Sulsel dapat menciptakan suasana kondusif dalam memberitakan peristiwa yang berhubungan dengan Pilgub Sulsel. NH mengungkapkan hal tersebut dalam diskusi publik di Graha Pena, Kamis (3/8).
Menurutnya, media yang diharapkan warga Sulsel adalah media yang akomodatif terhadap seluruh kontestan politik yang ada. “Janganlah media di Sulsel menciptakan situasi dimana Sulsel menjadi kerajaan, yang entah kapan ini berakhir,”kata NH yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar.
Menurutnya, media yang demokratis akan menciptakan pilgub yang demokratis.
Itu pula yang membuatnya berinisiatif untuk maju di Sulsel dengan harapan pilgub ini berlangsung demokratis. “Sekali lagi, saya maju di pilgub bukan untuk berkuasa. Saya membangun komunikasi dengan seluruh partai politik, bukan untuk menguasai mereka tapi membangun sinergitas politik bersama mereka untuk upaya demokrasi di pilgub ini,” bebernya.
Dia menambahkan, menjalin komunikasi dengan parpol selama ini bukan menginginkan kursinya, tapi partainya serta inisiatif parpol bersangkutan untuk sama-sama membangun Sulsel hingga ke kampung-kampung.
Karena itu, dia juga berharap kepada seluruh media agar memberitakan pilgub secara adil dan obyektif.
“Berapa pun kandidat yang maju, silakan dirangkul semua. Bagi saya, empat calon atau head to head tidak masalah, yang penting demokratis dan tidak ada teror dan intimidasi. Jika teror dan intimidasi terjadi, maka juga akan tercipta kerajaan di Sulsel,” tandasnya. (rif)

Exit mobile version