MAKASSAR, BKM — Penyidik Polsek Rappocini seegera melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi atas kasus penganiayaan seorang kepala sekolah terhadap guru bersama rekannya. Abd Malik Azkari, kepala SMKN 1 Sulsel (bukan SMKN 1 Makassar) juga akan dipanggil, setelah dilapor memukul Burhanuddin, guru di sekolah tersebut dan Anjaz Nur Kadas.
”Pekan ini kita rencanakan periksa saksi-saksi. Setelah itu dilakukan pemanggilan terhadap terlapor,” kata Kapolsek Rappocini Kompol Kodrat Muhammad Hartanto yang dihubungi, Jumat (4/8).
Pengaduan kedua korban ke polisi, bermula ketika Anjaz membantu rekannya Burhanuddin mengerjakan tower air di bengkel otomotif (tempat praktik SMK) di Jalan Bonto Manai pada Rabu malam (2/8) pukul 18.30 Wita.
Menurut penuturan Anjaz, ia bersama Burhanuddin hendak mengelas besi tower tangki air di bengkel otomotif. Tiba-tiba Abd Malik datang dengan tujuan hendak menutup bengkel.
Anjaz bersama Burhanuddin kemudian keluar bengkel, dan Malik menutupnya. Mereka berdua kemudian menuju ke sebuah warung kopi di Jalan Landak Baru. Tidak ada masalah ketika itu. Tutur kata Malik begitu santun.
Namun, tiba-tiba saja Abd Malik mendatangi keduanya di warkop. Tanpa banyak bicara, ia langsung mengambil kursi dan dipakai untuk menyerang Anjaz. ”Saya berusaha menangkis menggunakan tangan. Akibatnya, tangan saya luka robek sepanjang 4 cm,” jelaz Anjaz.
Burhanuddin yang berada di lokasi kejadian berusaha melerai kegaduhan ini. Tapi Malik terlanjur kalap. Ia juga melayangkan pukulan ke wajah Burhanuddin.
”Dia (Burhanuddin) terkena pukulan di pipi kirinya. Karena itu, kasus ini saya laporkan ke Polsek Rappocini,” terang Anjaz. (ish/rus)
Polisi segera Panggil Kepsek yang Dilapor Aniaya Guru
