SANGATLAH tidak mudah untuk meraih penghargaan bergengsi Adiwiyata Mandiri. Banyak kriteria yang harus dipenuhi oleh sekolah. Perlu pembentukan karakter terlebih dahulu, sampai mengaplikasikannya secara rutin.
Laporan: Nugroho Nafika Kassa
ADIWIYATA Mandiri bukanlah sebuah penghargaan kecil. Memiliki dampak yang begitu sangat besar untuk saat ini maupun di kemudian hari. Apalagi dalam membentuk karakter anak-anak untuk lebih peduli terhadap alam.
Dengan penghargaan yang diraih SDN Tanggul Patompo 1, bisa menjadi pelecut semangat untuk sekolah lain agar dapat meraih penghargaan serupa. Selain karena begitu membanggakan, pengaruh potisif dari penghargaan ini sangat baik untuk kelangsungan proses belajar-mengajar. Para siswa akan lebih fresh saat belajar. Tentunya pula bahan ajar bisa lebih mudah dipahami oleh siswa.
Untuk itu, semua sekolah mari merebut juga Adiwiyata Mandiri. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebuah sekolah jika ingin mandapatkan penghargaan ini. Lasmina kembali bercerita bagaimana sampai sekolahnya bisa mendapatkan penghargaan tersebut.
Ia menyebut hal yang paling penting bahwa sekolah akan dilihat dari beberapa aspek. Aspek tersebut meliputi kebersihan, pengolahan sampah, sekolah harus hijau dan rindang. Namun sebelum itu bisa dipenuhi, pembentukan karakter adalah hal yang sangat pokok. Makanya, di SDN Tanggul Patompo 1, nilai-nilai Adiwiyata selalu dimasukkan dalam setiap mata pelajaran. Selain itu, pihak sekolah juga membiasakan para siswanya untuk peduli terhadap sampah.
“Adiwiyata itu kan artinya ramah lingkungan. Jadi kita membiasakan diri untuk lebih memperhatikan lingkungan,” kata Lasmina.
Setelah kebiasaan tersebut tercipta, maka para murid pasti akan lebih peduli dengan kebersihan. Contohnya saja adalah program Pungut Sampah Sebelum Belajar yang rutin diberlakukan.
Selain program itu, para siswa juga kerap terlihat menyapu di setiap sudut sekolah. Hal ini benar-benar mencerminkan bahwa karakter baik siswa di sekolah ini semakin terbentuk.
Selain kebersihan, SDN Taggul Patompo 1 juga menyediakan tiga tempat sampah yang berbeda. Ada tempat untuk sampah berbahaya, tempat sampah untuk sampah yang bisa didaur ulang, dan tempat sampah yang tak bisa didaur ulang.
Para murid dan seluruh warga sekolah telah membiasakan diri membuang sampah pada tempat sampah yang disediakan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah di sekolah ini bisa dinilai sangat baik.
Sekolahpun juga harus hijau dan rindang. Tak perlu dipertanyakan lagi kerindangan SDN Tanggul Patompo 1. Berbagai pohon dan tanaman hias bisa kita lihat dengan indahnya mulai dari gerbang hingga di belakang sekolah. Tertata rapi dan efeknyapun sangat baik. Udara di lingkungan tersebut pun terasa sangat menyejukkan.
Selain syarat di atas, untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri, sekolah juga harus memiiki minimal 10 sekolah binaan. Ini mungkin menjadi syarat yang sulit untuk diwujudkan. Namun nyatanya, SDN Tanggul Patompo 1 telah memiliki sekolah binaan sejak lama.
Diantara 10 sekolah binaannya, Lasmina mengatakan bahwa saat penilaian berlangsung, hanya dua sekolah binaan yang menjadi tempat penilaian. Masing-masing SD Gaddong dan SD Inpres Parang. Dikatakan Lasmina, bahwa kedua SD ini menjadi sekolah terlama yang dibinanya. Di kedua sekolah inipun disebutkan juga telah menerapkan konsep Adiwiyata, sama seperti SDN Tanggul Patompo 1.
Karena ini sifatnya mandiri, maka SDN Tanggul Patompo 1 mengikuti penganugerahan Adiwiyata Mandiri atas dasar inisiatif sekolah sendiri. Tak ada penunjukan langsung dari pemerintah kota.
Pihak sekolah mendaftarkan diri ke dinas kota terkait, karena merasa sekolah tersebut sangat layak mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri.
Hasilnyapun memuaskan. SDN Tanggul Patompo 1 berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri tahun 2017 ini.
Setelah mendapat penghargaan ini, pihak SDN Tanggul Patompo 1 berencana akan mengikuti lomba Sekolah Hebat. Di mana syarat utama dari terpilihnya Sekolah Hebat adalah seringnya sekolah tersebut mendapatkan juara.
“Di sekolah ini sudah sering mendapat juara 1 sebagai sekolah terbersih. Sudah beberapa kalimi. Makanya kita berencana ikut sekolah hebat,” kata Lasmina.
Lasmina berharap jika suatu saat nanti, bukan cuma penghargaan ini saja yang didapatkannya. Namun juga penghargaan internasional yang telah didambakan oleh seluruh warga sekolah. (*/rus/b)