BANTAENG, BKM — Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW), Ade Irawan memuji pola pencegahan tindak korupsi yang dilakukan pemerintah kabupaten Bantaeng. Ia mengajak daerah-daerah lain mencontoh Bantaeng.
Apresiasi ini disampaikan Ade Irawan saat tampil sebagai narasumber dalam diskusi publik “Membangun Demokrasi Lokal dan Pemerintahan Daerah Bersih dari Korupsi” di Pantai Seruni, Bantaeng, Sabtu (12/8) malam. Selain Ade, narasumber lainnya adalah Ketua Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jawing dan Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah.
“Bantaeng termasuk daerah yang banyak melakukan inovasi pencegahan korupsi,” kata Ade.
Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah mengungkapkan pola pencegahan korupsi di daerahnya. Mulai dari keteladanan, transparansi, hingga sinergitas dengan aparat penegak hukum. Keteladanan pemimpin penting agar staf dan bawahan juga ikut terjaga integritasnya.
“Di Bantaeng tidak boleh ada pejabat yang menerima suap. Semua layanan publik harus bebas pungli. Transparansi yang dikedepankan,” kata Nurdin.
Ketua KPPOD, Robert Endi Jawing berharap ceritera sukses di Bantaeng tidak berakhir sampai di sini. Jangan seperti Gianyar dan beberapa daerah lain di Indonesia yang dulu pernah jaya tetapi kini mulai redup.
“Bantaeng kelak setelah ditinggalkan pak Nurdin harus tetap baik. Superman harus digantikan dengan super team,” katanya. (wam/C)
ICW Puji Pola Pencegahan Korupsi di Bantaeng
