Site icon Berita Kota Makassar

Memiliki Kriteria Pembawa Baki Sang Saka Merah Putih

SEMANGATNYA menggebu-gebu mengikuti sesi latihan yang sangat ketat. Sejak 1 Agustus lalu, dia rela diasramakan dengan teman-teman lainnya yang terpilih menjadi pasukan pengibar bendera (paskibra) pada tanggal 17 Agustus 2017.

Laporan: Rahmawati Amri

TAHUN ini, Teysha Aurangga Mafri (16) sangat beruntung. Karena ia berhasil lulus seleksi menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera (paskibra) pada HUT Kemerdekaan RI tingkat Sulawesi Selatan.
Tugas dan tanggung jawab yang diembannya juga lebih spesial. Sebab dara manis ini dipercaya membawa baki tempat Sang Saka Merah Putih diletakkan sebelum dikibarkan.
Untuk menjadi paskibra, perjuangan yang harus dilalui Teysha tidaklah mudah. Dia harus bersaing dengan ratusan siswa yang punya impian serupa.
Bukan hanya bermodal tinggi dan berat badan proporsional. Teysha juga punya pengalaman dan pengetahuan yang menjadi bekal untuk ikut berkompetisi menjadi Paskibra.
Gadis manis kelahiran 18 Marer 2001 itu terlebih dahulu harus mengikuti seleksi tingkat Kota Makassar yang diikuti 999 peserta. Dari jumlah itu, yang lulus seleksi sebanyak 77 orang.
Tahapan selanjutnya, dilakukan seleksi lagi untuk memilih enam orang yang akan menjadi paskibra tingkat provinsi. Dan ternyata, dirinya masuk. Dari enam orang itu, satu diantaranya dipilih mewakili Sulsel untuk menjadi Paskibraka di Istana Negara.
Ditemui disela-sela latihan yang ketat di halaman rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Minggu (13/8), gadis peramah ini menuturkan, menjadi paskibra merupakan impiannya sejak dulu. Di sekolahnya, SMAN 17, cewek manis kelas II IPA itu bergabung dalam organisasi Paskibra.
Ketika ada seleksi tingkat kota, diapun dengan semangat mengikuti tahapan demi tahapan. Impiannya itu mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Mafrisal dan Renni Yuliaty.
Perjuangan tidak sia-sia. Kendati harus tinggal di asrama selama pemusatan latihan berlangsung, tanpa bisa berhubungan dengan dunia luar, termasuk orang tuanya, Teysha tetap menikmati.
Dia fokus mengikuti tahapan demi tahapan. Latihan ketat, siang dan malam diikuti dengan antusias.
Disadari, dirinya sangat beruntung terpilih dan diberi amanah untuk menjadi paskibra. Lebih spesial lagi karena dipercaya sebagai pembawa bendera merah putih yang akan dikibarkan.
“Awalnya saya tidak percaya kalau diberi amanah membawa baki dan bendera merah putih. Banyak yang lebih baik dari saya. Tapi ini amanah, saya harus laksanakan sebaik mungkin,” ungkapnya.
Gadis yang hobi baca novel dan dengar musik ini, mengakui ada banyak pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pemusatan latihan. Khususnya terkait pengetahuan baris berbaris. Selain itu, dia amat bahagia karena bisa mengenal teman-teman dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel.
Empat hari menjelang peringatan HUT Kemerdekaan, Teysha semakin intens berlatih. Amanah yang dipikul di pundaknya harus dilaksanakan dengan baik. Karena itu, selain terus berlatih untuk menyiapkan mental, dia tak lupa berdoa khusyu di setiap salat agar Tuhan bisa melancarkan tugasnya nanti.
Pelatih Paskibra Sulsel Pelda Marinir Rustam mengatakan, Teysha memiliki kriteria pembawa baki Sang Saka Merah Putih.
Menurutnya, seorang pembawa baki, kriterinya selain memiliki kemampuan intelektual, yang bersangkutan juga harus cekatan. Selain itu disiplin, mampu menyerap instruksi dengan cepat.
“Tugasnya memang berat. Semoga bisa melaksanakan tugas dengan baik dan lancar,” imbuhnya. (*/rus)

Exit mobile version