WALI KOTA Parepare Dr HM Taufan Pawe terus membuat inovasi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan terhadap sumber daya manusia (SDM). Pelaksanaannya secara teknis oleh Kepala Dinas Pendidikan Drs H Kadarusman,MSi.
Laporan: Samiruddin
SALAH satu langkah yang telah ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan Jepang melalui Gakken After School. Program ini menggandeng perusahaan ternama bidang pendidikan di Jepang.
Mr Abe Syam selaku perwakilan Gakken Corp mengakui, program peningkatan kualitas pendidikan yang dilaksanakan di Kota Parepare ini pertama kali diterapkan di dunia.
”Ini merupakan program kerja sama yang pertama kali dilaksanakan di seluruh dunia. Negara-negara partner kami adalah Cina, Myanmar, Korea dan India, juga tertarik menerapkan program Gakken After School yang diterapkan di Kota Parepare,” kata Kadarusman.
Dia pun berharap dan optimis Kota Parepare ke depan bakal menjadi percontohan bagi daerah lain dalam hal upaya peningkatan mutu pendidikan. “Kami yakin kota Parepare akan menjadi kota pusat percontohan dalam bidang pendidikan,” kata ayah satu anak ini.
Kadarusman menambahkan, Gakken After School merupakan program kegiatan ekstrakurikuler yang mulai diterapkan pada tahun 2016 yang lalu. Sasarannya adalah murid Sekolah Dasar (SD) untuk memberikan pengetahuan tambahan mengenai pendidikan matematika dan karakter.
Kadarusman mengapresiasi keberanian dan komitmen Wali Kota Parepare DR HM Taufan Pawe untuk menjalankan program after school untuk dimasukkan dalam program kerja pemerintah Kota Parepare.
Wali kota Parepare, diakui Kadarusman, memberikan apresiasi positifnya atas hasil positif Gakken After School yang memperlihatkan hasil yang sangat memuaskan.
Program ekstrakurikuler yang pertama kali diterapkan ini didasarkan atas kepeduliannya dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia secara umum, dan Parepare secara khusus.
Dia menjelaskan, dengan dilaksanakannya program ini, nantinya tidak akan ada lagi budaya mencontek di kalangan peserta didik. Hal ini dimungkinkan, karena melalui pendidikan after school, karakter anak didik akan dibentuk.
“Kalau kita mau bertahan dengan sistem dan pola pendidikan sekarang ini, anak-anak kita nantinya akan susah bersaing. Dari penelitian yang dilakukan, anak-anak kita sekarang sangat tertinggal di banding daerah lain. Salah satu cara yang dinilai tepat kalau mau melihat pendidikan kita maju, adalah program after school,” ujar Kadarusman.
Kadarusman menambahkan, saat ini pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Tapi pembangunan karakter dan keummatan juga sama pentingnya dalam mewujudkan Kota Parepare yang lebih maju.
“Kami di Dinas Pendidikan Kota Parepare selalu memikirkan program untuk pengembangan kualitas pendidikan. Kepedulian Pak Wali di bidang infrastruktur dan juga pembangunan manusianya sangat diakui oleh masyarakat,”’ jelasnya.
Dia menuturkan, jika melihat dari hasil yang ada saat ini, program after school telah memberikan hasil yang positif. Karena itu, ke depannya akan terjadi lompatan yang lebih tinggi lagi.
“Ini bentuk komitmen kami dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Dengan begitu, generasi kita kedepan bukan hanya cerdas. Namun juga memiliki karakter kuat, mandiri dan mampu bersaing,” terang Kadarusman.
Gakken after school yang mulai diuji coba pada bulan Maret 2017 lalu, telah memperlihatkan hasil yang sangat memuaskan. Dari hasil survei yang dilakukan oleh pihak Gakken sendiri, terlihat peningkatan yang sangat signifikan di banding sebelum program ini diterapkan.
Dari data yang ditunjukkan, murid Sekolah Dasar Negeri 19 Kota Parepare yang dijadikan pilot project, sebelum mengikuti program after school mendapatkan nilai ujian dengan jawaban benar mencapai 31 persen. Namun setelah program ini dilaksanakan selama dua setengah bulan, diperoleh hasil yang sangat mencegangkan. Hasil ujian murid pada sekolah yang sama mendapatkan hasil jawaban benar mencapai 69 persen. Meningkat 200 persen dari hasil sebelumnya.
Sementara itu, pada paparan yang disampaikan pihak manajemen Gakken Group di Jepang belum lama ini, diterangkan bahwa program yang dimulai pada 24 Maret lalu, diperuntukkan bagi murid sekolah dasar dalam peningkatakan kompetensi sesuai dengan kemampuan kompetensi anak. Menguasai self learning skill, serta membentuk kebiasaan berpikir dan belajar tepat waktu.
Ia juga menjelaskan sistem pelajaran gakken school akan diterapkan selama lima hari dalam seminggu selama satu jam pelajaran. Untuk permulaan di tahun 2017 ini, program diterapkan pada delapan SD di wilayah Kecamatan Soreang dan Ujung. (*/rus)
