BANTAENG, BKM — Salah satu permasalahan mendasar dalam pengembangan usaha peternakan rakyat adalah tingkat produktivitas ternak yang belum optimal. Optimalisasi proses produksi usaha peternakan ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya pakan (feeding), perbibitan (breeding) serta aspek tatakelola (management). Aspek tersebut yang lebih dikenal dengan istilah “segitiga peternakan”.
Konsep ini didukung beberapa faktor penting lainnya diantaranya pengolahan hasil ternak, kesehatan serta pengolahan dan pemanfaatan limbah ternak. Inovasi-inovasi teknologi yang terkait dengan hal tersebut perlu disosialisasikan dan diterapkembangkan khususnya bagi usaha peternakan rakyat.
Terkait dengan hal tersebut, tim dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unhas mengadakan kegiatan sosialisasi dan penerapan inovasi teknologi peternakan kepada para peternak khususnya sapi pedaging dan kambing di Kabupaten Bantaeng belum lama ini.
Program ini merupakan program tahunan dari LP2M Unhas dengan skim Ipteks bagi Masyarakat (IbM) melalui pendanaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Unhas. Kegiatan ini mengangkat judul “IbM Peternak Sapi Pedaging di Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng”. Kegiatan ini bertujuan memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) yakni Pengabdian Kepada Masyarakat. Merupakan wujud kepedulian para dosen di PT mengaplikasikan inovasi-inovasi teknologi hasil temuan di PT kepada masyarakat. Program IbM ini dikemas dalam sebuah kegiatan yang disebut
“Pelatihan dan Pendampingan Teknologi” berlangsung sehari di Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, 13 Agustus lalu.
Program pendampingan teknologinya akan dilaksanakan selama bulan Agustus-Nopember 2017.
Tim pelaksana yakni Dr Muhammad Irfan Said, S.Pt, M.P Muhammad Hatta, S.Pt, M.Si, dan drh. Farida Nur Yuliati, M.Si, Muh Irwan, S.Pt, M.Si. (*)
Dosen Fapet Unhas Berbagi Ilmu ke Peternak Bantaeng
