Site icon Berita Kota Makassar

Poros Rantebulahan-Bambang-Mambi Masih Rusak Parah

MAMASA, BKM — Jalan poros Mamasa menuju ibukota Kecamatan Rantebulahan Timur, Bambang, dan Mambi, masih rusak parah. Padahal, jalan poros ini sudah dikerjakan beberapa waktu lalu dan menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar rupiah.
Meski dari kota Mamasa menuju Mambi hanya berjarak sekitar 23 kilometer, tapi harus ditempuh selama empat jam perjalanan. Karena sepanjang jalan poros itu, selain berlubang juga berlumpur. Sehingga setiap kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati.
Sebab, di sisi kanan jalan terdapat tebing yang curam dan dalam. Kerusakan terparah terdapat Dusun Galung, Kecamatan Rantebulahan Timur. Apalagi kalau sudah diguyur hujan, sejumlah mobil terperangkap di tengah kubangangan dan tidak bisa lewat.
Walau kondisi jalannya rusak parah, tapi warga tetap melewatinya. Karena jalan poros ini satu-satunya jalan yang menghubungkan ibukota Mamasa menuju ke ibukota Provinsi Sulbar yang melewati tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Rantebulahan Timur, Bambang, Mehalaan, Mambi, Aralle, Buntu Malangkan, dan Kecamatan Tabulahan yang berbatasan langsung Kabupaten Mamuju.
Luter, salah seorang pengemudi mobil yang dijumpai BKM di lokasi jalan poros yang terjebak lumpur, mengatakan, Mamasa ini belum maju. Sudah puluhan miliar rupiah anggaran diserap jalan poros ini, namun belum ada yang bisa dibanggakan.
”Kasian daerah kita. Mudah-mudahan gubernur yang baru (Ali Baal Masdar, red) mampu mengatasi persoalan ini agar masyarakat di tujuh kecamatan yang ada di wilayah tiga bisa menikmati pembangunan. Kasian kita punya daerah khususnya di wilayah tiga. Harusnya jarak 54 kilometer sudah tiba di ibukota Mamuju dalam tempo sekitar sejam. Tapi dengan jalan yang rusak begini, harus ditempuh berjam-jam,” tuturnya.
Gubernur Sulbar, Drs Ali Baal Masdar MSi yang ditemui BKM di Mamuju baru-baru ini berjanji, seluruh jalan poros menuju Mamasa baik dari Kecamatan Lakahang menuju Mamasa maupun dari Mamasa menuju Kecamatan Tabang perbatasan Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulsel akan dituntaskan.
”Saat ini sudah mulai dikerjakan. Kita tidak mau masyarakat kita, utamanya keluarga kita di Mamasa, menderita karena jalanan. Jauh sebelum saya jadi gubernur sudah terpikirkan. Mamasa ini kampung halaman saya sendiri, makanya harus menjadi prioritas,” tutur ABM. (dar/mir/c)

Exit mobile version