Site icon Berita Kota Makassar

Fraksi Gerindra Ragukan Usaha Pemkab

LUTIM, BKM — Pemkab Luwu Timur berusaha agar visi dan misi untuk mewujudkan Luwu Timur menjadi daerah Terkemuka 2021 mendatang dapat terealisasi dengan baik.
Namun visi dan misi tersebut diragukan Fraksi Partai Gerindra DPRD Lutim. Soalnya, realisasi pendapatan tahun 2016 lalu semakin menurun dari target pendapatan yang diharapan Pemkab.
Juru bicara fraksi partai Gerindra, Sarkawi A Hamid melaporkan, pendapatan yang semula ditargetkan Rp1.436.866.872.462,00 namun yang terealisasi hanya Rp1.414.058.833.306,66 atau hanya sebesar 98.41 persen.
“Dalam pendapatan ini termuat PAD yang menurun dari target Rp179.381.613.179,00 menjadi hanya Rp177.018.897.819,76 atau 98,68 persen,” ungkap Sarkawi pada Paripurna pemandangan umum fraksi, Senin (14/8).
Bahkan, hingga triwulan ketiga tahun ini PAD semakin menurun tajam yang hanya dikisaran realisasi 109 miliar lebih saja untuk akhir triwulan ke tiga.
“Karena itu khusus untuk pendapatan daerah diperlukan inovasi dan ekspansi terhadap potensi sumber PAD yang diyakini masih sangat besar jika kita bersungguh-sungguh mengelolanya dan pimpinan daerah terus memotivasi para aparaturnya,” ungkapnya.
Menurutnya, jika cara konvensional pengelolaan pendapatan asli daerah masih seperti ini, jangankan terkemuka dapat kita raih, maju disektor pendapatan asli daerah saja sangat sulit kita ukur nantinya.
“Idealnya pendapatan kita dari tahun ke tahun makin naik bukan malah sebaliknya. Saat ini kita hanya memiliki pendapatan Rp1,3 triliun lebih yang seharusnya kita prediksi sudah mencapai 1,4 hingga 1,5 triliun lebih,” ungkapnya.
Selain itu, belanja pada tahun 2016 ditargetkan sebesar Rp1.553.764.811.738,00 namun hanya terealisasi sebesar Rp1.374.892.757.226,31 atau hanya 88,49 persen.
“Angka inipun bisa berubah jika asumsi SILPA kita berubah seperti yang saat ini masih kita masalahkan antara Rp156 miliar lebih dan angka Rp210 miliar lebih,” ungkapnya.
Rendahnya realisasi belanja tahun 2016, tambah Sarkawi, telah menunjukan lemahnya perencanaan dan kinerja para aparatur kita dalam menggenjot daya serap APBD. jadi seperti sebuah ungkapan “Nafsu besar tenaga kurang”. (alp/C

Exit mobile version