MAKASSAR, BKM–Surat penyampaian awal dalam rangka pengumpulan dukungan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk bakal calon Gubernur Sulsel periode 2018-2023 dan sosialisasinya pembagian blanko voucer M1 UNS kepada rakyat mulai mendapat protes dari masyarakat.
Pasalnya, banyak warga Kabupaten Jeneponto yang mengeluh lantaran sudah memenuhi persyaratan yang diminta, namun tidak mendapatkan hasil seperti yang dijanjikan.
Salah seorang warga Jeneponto bernama Dg Runna mengaku diundang ke Makassar pada 18 Agustus mendatang untuk menerima uang sebesar Rp15 juta dari Bank Mandiri. Namun pihak Bank Mandiri membantah bila ada dana yang siap dibagikan kepada masyarakat. Dg Runna yang juga sebagai koordinator mengaku gelisah dengan penjelasan pihak Bank Mandiri. “Di kampungku ada 500 orang sudah kumpul KTP dan bayar formulir Rp20 ribu. Kami sudah melengkapi semua persyaratan yang diinginkan, namun belum ada hasil,”ujar Dg Runna, Selasa (15/8).
Bakal calon Gubernur Sulsel Abd Haris Nurdin Baginda yang dikonfirmasi soal kegelisahan ratusan warga Jeneponto mengaku bila tidak ada penipuan dalam pengumpulan KTP tersebut. “Biaya 20 ribu itu sukarela, saya jamin tak ada penipuan,”ujar Haris kemarin.
Soal panggilan warga ke Bank Mandiri, Haris mengakui bila 18 Agustus itu memang belum ada pembayaran, namun baru sebatas registrasi. “Tanggal 18 Agustus itu baru registrasi,”jelasnya.
Menurut Haris, semuanya terserah pada relawan yang saling patungan, bergotong royong tanpa paksaan. “UNS secara kelembagaan tidak memungut atau menerima satu rupiahpun. Yang percaya oke, yang tidak percaya nggak ada urusan. UNS tetap jalan sesuai tahapan rencananya sendiri,”ucapnya.
Sebelumnya, Haris memberitakan program UNS berupa voucer M1 dengan Nominal Rp15,6.Juta sebagai hak setiap rakyat yang ber e-KTP yang Inshaa Allah diregistrasi Bank Mandiri diseluruh Indonesia mulai Jumat (18/8) Pukul 08.00 sampai selesai. (rif)
Warga Jeneponto Gelisah Dengan E KTP Voucer
