MAMUJU, BKM — Proklamasi kemerdekaan yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus adalah sebuah peristiwa bersejarah bangsa Indonesia. Proklamasi telah mengubah perjalanan sejarah, membangkitkan rakyat dalam semangat kebebasan, merdeka dari segala bentuk penjajahan.
Proklamasi ternyata didahului perdebatan hebat antara golongan pemuda dengan golongan tua. Baik golongan tua maupun golongan muda sama-sama menginginkan secepatnya dilakukan Proklamasi Kemerdekaan dalam suasana kekosongan kekuasaan dari tangan pemerintahan Jepang.
Proklamasi 17 Agustus 1945 sendiri mempunyai arti dan makna yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia. Karena Proklamasi Kemerdekaan merupakan titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir kaum imperialis asing.
Dalam rangka mengenang sejarah Proklamasi, bertempat di halaman kantor gubernur Sulbar dilaksanakan upacara detik-detik Proklamasi dengan inspektur upacara Gubernur Sulbar, Drs H Ali Baal Masdar. Sedangkan yang bertindak selaku komandan upacara, Letkol Kav Thomas Rudiyanto yang jabatan sehari-harinya sebagai Kasi Intel Korem 142 Tatag.
Sebelum pelaksanaan peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan, diawali dengan penampilan sosiodrama sejarah perjuangan H Andi Deppu yang diperankan personel Makorem 142 Tatag dan mendapat sambutan meriah dari penonton dan undangan.
Tampak hadir dalam upacara detik-detik Proklamsi, masing-masing ketua DPRD Sulbar, Kapolda Sulbar, ketua BNNP Sulbar, Danrem 142 Tatag beserta isteri, Kakorda Kemhan, Wakapolda, mantan gubernur Sulbar, para anggota DPRD, Dandim 1418 Mamuju, para pejabat Korem, pejabat Polda dan Polres, para veteran, dan pelajar.
Usai kegiatan peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dilanjutkan dengan acara pemberian remisi bertempat di Lapas Klas 2 B Mamuju serta pelepasan perahu Sandeq bertempat di Anjungan Pantai Manakarra, Kamis (17/8). (ala/mir/c)
Forkopimda Sulbar Bersama Dalam Acara Detik-Detik Proklamasi
