MAKALE, BKM — Sepuluh jabatan eselon dua yang dilelang Pemkab Tana Toraja dinilai sebuah kemajuan luar biasa dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Pasalnya, selama ini pimpinan OPD hanya dikendalikan pelaksana tugas. Sehingga mereka sudah saatnya didefenitifkan melalui lelang jabatan terbuka melibatkan pakar aparatur sipil negara (ASN) dari LAN Makassar.
”Dalam UU ASN pimpinan OPD defenitif kewenangannya lebih besar ketimbang pelaksana harian, dan secara otomatis berdampak kepada penyerapan anggaran,” ujar Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi kepada BKM Rabu (16/8).
Welem menambahkan lelang jabatan terbuka merupakan solusi dan kebijakan menempatkan pejabat memiliki kualifikasi dan punya kompetensi, sebab bersaing secara sehat.
Kita berharap setelah pimpinan 10 OPD dilelang dan telah ditetapkan personnya, tugasnya mendesak merealisasikan program agar anggaran agar tersalurkan sesuai peruntukannya.
Sebab bilamana serapan anggaran rendah berdampak kepada lambannya pertumbuhan ekonomi.
Begitu pula pemotongan DAU dan DAK karena tidak mampu belanjakan anggaran sesuai target (gus/C).
Lelang Jabatan Bukti Kemajuan Pemkab
