PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. H Bahtiar HS,SE,MM selaku kepala dinas berkomitmen untuk memajukan para pelaku usaha yang ada di seluruh kabupaten di Sulbar.
Laporan: Alaluddin
DALAM melaksanakan kegiatannya, Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian memadukan program berdasarkan visi dan misi gubernur Sulbar. Termasuk program Nawacita yang dicanangna presiden RI. Tak terkecuali menyelaraskannya dengan program kabupaten.
Bahtiar menyebut, saat ini ada sebanyak 30.620 usaha kecil dan menengah (UKM) di Provinsi Sulbar. Dari jumlah itu, terbanyak berada di wilayah Polewali Mandar (Polman). Jumlahnya 12.000.
Disusul kemudian Kabupaten Mamuju Utara dengan 1.915 UKM. Mamuju Tengah 1.615 UKM, serta Kabupaten Mamasa 1.637 UKM.
”Seluruh UKM yang ada terus kita motivasi melalui pembinaan, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Selain itu, juga menghidupkan gerakan UKM. Karena jika lembaga UKM ini bertumbuh dengan baik, akan memberi dampak besar terhadap lapangan kerja di setiap wilayah,” terang Bahtiar.
Pada sektor industri, tambah Bahtiar, pihaknya terus mendorong perusahaan yang akan untuk berkembang. Sebab, jika industri maju akan berdampak positif terhadap daerah. Terutama dalam memajukan dan meningkatkan perekonomia masyarakat. Juga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pada tahun 2016 lalu, perusahaan yang tercatat di wilayah Sulbar sebanyak 7.577. Jumlah terbanyak berlokasi di Mamuju, yakni 598. Di Kabupaten Polman sebanyak 5.305 industri. Kabupaten Mamasa 459 industri, dan Kabupaten Majene 428 industri. Sementara di Kabupaten Mamuju Utara ada 480 industri, dan Mamuju Tengah 307 industri.
Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Sulbar melakukan pembinaan terhadap perusahaan yang ada. Salah satunya lewat pelatihan dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
”Pada prinsipnya, keberadaan industri yang tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM, tentu tidak akan mampu bersaing. Utamanya dalam hal penguasaan teknologi,” terang Bahtiar.
Di sektor perdagangan, Bahtiar juga berkomitmen menjaga mutu serta kualitas produk yang dihasilkan. Pemantauan serta metode pembinaan intens dilakukan. Sasarannya adalah fasilitas umum, seperti pasar dan pusat-pusat perbelanjaan. Baik yang ada di ibukota provinsi, maupun di wilayah kabupaten.
”Ada tim kita yang rutin langsung di pasar-pasar. Sasarannya adalah memantau harga dalam rangka mengantisipasi terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat. Jika memang ada terjadi kenaikan, langsung digelar operasi pasar dan pasar murah,” jelas Kadis.
Program pasar murah ataupun operasi pasar biasanya dilaksanakan pada hari-hari besar Islam. Seperti ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha.
”Komitmen Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Sulbar adalah memajukan ekonomi kerakyatan, dan membangkitkan industri lokal serta memajukan industri yang berkreatif dalam memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean),” tandasnya. (*/rus)
