Site icon Berita Kota Makassar

Syahrul Lobi Pusat Untuk Proyek Jalan Layang

Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di beberapa kesempatan mengutarakan rencana pembangunan jalan layang atau elevated road di tengah Kota Makassar.
Ternyata itu bukan hanya sekadar rencana. Diakhir masa jabatannya ini, dia bertekad untuk merealisasikan impian tersebut.
Berbagai persiapan dan perencanaan digenjot untuk memuluskan pengerjaan proyek tersebut. Lobi-lobi ke pusar pun intens dilakukan.
Dan saat ini, kehadiran elevated road yang melewati pusat-pusat strategis di Kota Makassar berusaha diwujudkan.
Ditemui usai ramah tamah dengan veteran, janda veteran dan keluarga pahlawan di Baruga Karaeng Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (18/8), Syahrul Yasin Limpo berencana meluncurkan rencana proyek tersebut di HUT Sulsel 348 tahun.
Proses ini dilakukan setelah pemerintah pusat memberikan dukungan kepada Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar.
“Bahkan saat ini kebutuhan anggaran sementara dihitung oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namanya juga kemauan, saya lagi kejar saya mau elevated itu dimulai dengan sebuah komitmen dengan pemerintah pusat. Jangan bilang ini dari Syahrul, artinya gubernur dan wali kota,” ujar Syahrul.
Gubernur dua periode itu menyebutkan mega proyek elevated road akan dimulai dari Jalan Sultan Alauddin, perbatasan Makassar-Gowa. Setelah itu masuk ke Jalan AP Pettarani dan terus ke Lapangan Karebosi dan masuk ke Tol Sutami.
Karena anggaran yang sangat mahal, Syahrul menjelaskan tak semuanya proyek jalan ini akan memakai sistem elevated road. “Sebagian lagi akan tetap di bawah (jalan biasa), khususnya menuju ke airport (bandara),” jelasnya.
Dia membeberkan gambaran anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jalan tersebut setiap 1 kilometer dibutuhkan biaya sampai Rp200 miliar.
Dijelaskan, elevated road itu rencananya akan menggunakan rangka baja sesuai saran dari Wakil Presiden RI, HM Jusus Kalla. Pertimbangannya, bisa menekan biaya pembangunan.
“Kalau pun menggunakan rangka baja yang paling murah sekitar Rp157 miliar per km. Kalau Petta Rani panjangnya 4,5 km sampai di Gowa hampir 12 km. Hitungmi berapa total anggaran yang dibutuhkan?,” lanjutnya.
Mengenai sumber anggaran, Syahrul berharap bisa dialokasikan di APBN. Kalaupun tidak bisa, dirinya bisa menggunakan obligasi daerah.
Di mana sesuai perhitungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sulsel bisa mengeluarkan surat utang sampai Rp3 triliun. “?Jadi kalau cuma Rp1,3 triliun sebenarnya pemerintah sudah punya kelayakan,” ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengakui pembangunan jalan tol dalam kota seperti elevated menjadi keharusan. Ini untuk menyelesaikan persoalan kemacetan parah.
“Kita terus berupaya agar proyek ini bisa berjalan karena Makassar sudah ‘stroke’ macetnya, sudah parah dan kalau tidak diatasi akan lumpuh nanti jalanan,” pungkasnya. (rhm)

Exit mobile version