Site icon Berita Kota Makassar

Syahrul Ngotot Naik Kereta Api Oktober

Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo meminta Balai Perkeretaapian memaksimalkan pekerjaan agar jalur kereta api Trans Sulawesi bisa dinikmati sebelum masa jabatannya sebagai gubernur berakhir.
Bahkan, orang nomor satu Sulsel ini ngotot dan mendesak pelaksana proyek agar saat HUT Sulsel ke-348 bulan Oktober mendatang sudah bisa dilakukan uji coba gerbong kereta api. Apalagi gerbong dan lokomotifnya sudah ada di Pelabuhan Garongkong Barru.
Hanya saja, Syahrul kecewa dengan kinerja pihak Balai Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur yang menjadi penanggung jawab proyek sepanjang 145 kilometer tersebut. Pasalnya, gerbong yang didatangkan tak sesuai dengan ukuran rel yang ada.
“Saya sudah minta Balai Kereta Api untuk mengambil gerbong dan lokomotifnya. Sudah ada di sini. Cuma gerbongnya, setelah dicek, sumbu kakinya itu pendek. Dia harus lebih lebar. Saya tidak mau tahu. Kalau bisa dibongkar dan dilas kembali, atau bagaimana caranya,” kata Syahrul akhir pekan lalu di rumah jabatan gubernur Jalan Sungai Tangka.
Seperti diketahui, rel yang dibuat di jalur KA Trans Sulawesi menggunakan lebar sepur 1.435 mm (lebar sepur standar internasional). Hal ini berbeda dengan rel di Pulau Jawa yang hanya memiliki lebar 1.067 milimeter.
Lebar rel standar internasional tersebut memberikan dampak keamanan yang lebih baik, yaitu agar kereta tidak mudah terguling dalam kecepatan tinggi.
“Pokoknya kita harus naik kereta api 19 atau 20 Oktober. Nanti bulan Maret sudah di atas 50 km,” tegas Syahrul yang akan mengakhiri jabatannya sebagai gubernur Sulsel dua periode bulan April tahun 2018 mendatang.
Selain proyek kereta api, Pemprov Sulsel melalui Dinas Sosial berharap pusat mengucurkan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 untuk renovasi pagar Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang.
Kepala Dinas Sosial Sulsel Ilham A Gazaling menjelaskan, untuk pemugaran dan renovasi pagar TMP Panaikang dibutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar.
Dia melanjutkan, pihaknya terus berupaya melobi pusat agar pada penganggaran APBN tahun depan ada alokasi dana untuk pagar TMP Panaikang.
“Kami berupaya semaksimal mungkin mengusulkan ke pusat agar dialokasikan anggaran untuk renovasi pagar TMP Panaikang,” ungkapnya akhir pekan lalu di Baruga Karaeng Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka.
Ilham mengklaim jika penataan di areal TMP sudah dilakukan tahun lalu. Namun karena anggaran belum memungkinkan, pagar belum bisa direnovasi.
Dia berharap usai penataaan pagar, TMP Panaikang akan lebih indah dan cantik. Sehingga bisa menjadi salah satu tempat yang nyaman dikunjungi para pelajar untuk menambah pengetahuan tentang pahlawan.
“Kami ingin mengubah TMP jauh dari kesan angker karena kuburan,” ungkapnya.
Pada pertengahan tahun lalu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa di sela-sela kunjungan kerjanya di Provinsi Sulsel, menyempatkan waktu meninjau TMP Panaikang.
Menteri Khofifah sempat menyinggung soal kondisi pagar yang menjadi pembatas dengan pekuburan Islam Panaikang, serta
fasilitas parkir di bagian depan makam yang perlu diperindah,
sehingga TMP Panaikang bisa menjadi taman makam pahlawan yang representatif.
Saat ini, di TMP Panaikang, sebanyak 2.085 pahlawan dimakamkan. Terdiri dari TNI-Polri sebanyak 1711, pegawai negeri sipil (PNS) 71, pejuang rakyat 284 orang dan pejuang tak dikenal 19 orang. (rhm/rus)

Exit mobile version