MAMUJU, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memperingati Hari Anak Nasional 2017 di Anjungan Pantai Manakarra Mamuju, Minggu (20/8).
Sebanyak 200 anak mulai dari tingkatan TK, SD, sampai SMP mengikuti berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka turut memeriahkan Hari Anak Nasional ini. Serangkaian kegiatan dan perlombaan anak yang dilaksanakan, di antaranya senam, lomba cuci tangan, dan lomba spontanitas.
Kepala Dinas PPPA Mamuju, Ali Rachman, selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Hari Anak Nasional 2017 semestinya dilaksanakan dibulan Juli. Namun karena sesuatu hal sehingga pelaksanaan baru terealisasi saat ini.
”Sebelumnya kami dari Dinas PPPA memohon maaf, sekiranya pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada 23 Juli 2017 kemarin. Namun sesuatu dan lain hal sehingga baru kami laksanakan saat ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan, tujuan pelaksanaan hari anak nasional ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran dan peran aktif individu, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, dan pemerintah. ”Untuk menciptakan lingkungan anak yang berkualitas serta memberikan informasi seluas-luasnya kepada seluruh anak dan keluarga,” lanjut Ali.
Di tempat yang sama, Bupati Mamuju, H Habsi Wahid dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Dinas PPPA. Namun kegiatan ini sepenuhnya belum maksimal dalam merayakan hari anak nasional.
”Saya mengucapkan terimakasih kepada dinas terkait, walau sesungguhnya kegiatan ini belum sepenuhnya maksimal dalam merayakan hari anak nasional. Untuk itu, ke depan saya berharap agar kegiatan ini bisa dirancang lebih baik lagi. Jangan hanya kita memperingati. Tapi perlu kita memberikan pemaknaan agar masyarakat khususnya di Kabupaten Mamuju bisa lebih memaknai, apa yang ingin kita capai bersama itu bisa sampai ke masyarakat,” ungkapnya.
Lanjut Habsi menyampaikan, kiranya para orangtua agar bisa lebih mengawasi para anak-anak. Karena diera ini, peran media dan teknologi begitu cepat dalam mengakses informasi.
”Anak-anak sesungguhnya kalau kita melihat dari kondisi saat ini, sangat mengkuatirkan. Dengan melalui media, teknologi begitu canggih yang bisa menerima informasi begitu cepat. Dan ini cenderung mengantarkan anak-anak kita masuk dalam kondisi yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.
Bupati juga mengatakan, semua wajib mendapatkan perhatian. Sehingga melalui kegiatan ini sesungguhnya telah bergembira bersama anak-anak. ”Karena dengan memperingati hari anak nasional ini adalah hari mengintrospeksi diri bagi orangtua. Agar para orangtua bisa memberikan perhatian lebih kepada generasi yang nantinya akan melanjutkan kepemimpinan bangsa ini pada masa akan datang,” tutup Habsi. (ala/mir/c)