MAKASSAR, BKM–Sejumlah warga di Kelurahan Bonto Makkio, Kecamatan Rappocini tak bisa menyembunyikan kekecewaanya terhadap keputusan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atas pencopotan Lurah Bonto Makkio, M Irawan beberapa waktu lalu. “Kami selaku warga tidak menerima dan rela lurah kami di nonjobkan. Pak Lurah yang ditugaskan tujuh bulan lalu telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan kemasyarakat. Bukan itu saja, kami selaku warga sangat kehilangan, karena lurah Irawan telah membawa sebuah perubahan di tengah masyarakat melalui pendekatan persuasif,” tutur Ketua Karang Taruna Kelurahan Bonto Makkio, Algaldi, jumat (18/8) lalu.
Aldi menuturkan, keputusan pak wali hingga melakukan pencopotan lurah Bonto Makkio terkesan tidak dicek secara mendalam. Kekecewaan warga ini bukan dibuat-buat, apalagi memuat tendensi keuntungan sepihak.
“Semua program dari pak Wali dijalankan penuh tanggungjawab oleh pak Lurah Irawan. Kami rasakan itu, nyata memberikan dampak perbaikan yang lebih baik. Bukti konkrit itu bisa diketahui bahwa di tengah warga Kelurahan Bonto Makkio yang bisa dikatakan ogah-ogahan kini menjadi lebih peduli akan hak dan kewajibannya. Lihatmiki lingkungan wilayah Kelurahan Bonto Makkio sekarang tertata dengan baik, begitupun pelayanan pelayanan kemasyarakat berjalan lancar,” ungkapnya.
Algaldi juga mengatakan, sebaiknya pak Wali juga mengevaluasi Camat Rappocini.
Ketua forum kemasyarakatan Tut Wuri Handayani, Kelurahan Bonto Makkio, Junaidi Junur, juga menambahkan, pencopotan Lurah Bonto Makkio menimbulkan luka di tengah warga. “Saat mendengar kabar lurah dicopot seakan kami tak percaya. Pak wali, pimpinan itu kan mengayomi, saat warga telah merasa terayomi, apakah harus kembali disakiti. Kami tak menutup diri akan sebuah perubahan, sepanjang membawa dampak kebaikan. Kami harap pak Wali mempertimbangkan keputusan yang sudah ada. Mungkin harapan warga yang ingin bila pak lurah dikembalikan akan sulit. Tetapi keputusan itu sebuah kekeliruan. Tidak tahu apa salah pak Lurah. Beredar kabar pencopotan lurah dampak dari pemilihan Ketua LPM Kecamatan Rappocini,” kata Junaidi.
Junaidi juga mengatakan, ketidakpuasan warga juga telah diapresiasikan dengan sebuah tindakan santun dengan menyambangi kantor kecamatan beberapa waktu lalu untuk mencari penjelasan atau klarifikasi akan soal tersebut. Namun, lagi lagi Camat Rappocini tidak menemui warga.” Tidak menutup kemungkinan permasalahan itu menimbulkan dampak buruk. Seperti, kurangnya empati warga menjalankan program pemerintah, pembenahan lingkungan menjadi ogah-ogahan, malas memenuhi kewajiban membayar PBB, iuran sampah dan lain-lain. “Insya Allah itu tidak terjadi. Saya kira pak camat dan Pak wali tahu itu, “tutupnya. (ucu/war/b)
Warga Bonto Makkio Kecewa Lurah Nonjob
