SIDRAP, BKM — Seekor anjing gila menyerang warga di Sidrap, Senin (21/8). Kali ini, melukai empat orang warga di tiga desa berbeda.
Korban berasal di tiag desa di Kecamatan Panca Lautang yakni Desa Teppo, Wanio Timoreng, dan Desa Corawali, Sidrap.
Empat orang korban Muh Akbar (14) warga Teppo, Sarifuddin (33) warga Corawali, Lompong (39) warga Wanio Timoreng langsung dilarikan ke Puskesmas Bilokka. Salah satu korbannya anggota Polsek Panca Lautang Aiptu Adi Muliyono (53).
“Alhamdulillah, keadaan koban membaik. Luka bekas gigitan anjing sudah dibersihkan dan diberikan suntikan vaksin obat anti rabies,” ujar Hj Sumarni perawat Puskesmas Bilokka.
Serangan anjing gila milik warga berlangsung dalam dua hari terakhir.
Kapolsek Panca Lautang, AKP Jaknes Tatuil mengaku masih kesulitan mencari anjing berpenyakit rabies tersebut. Pihaknya, dibantu warga masih terus melakukan pencarian anjing gila tersebut.
Diduga pasca menggigit warga, anjing gila tersebut lari ke sekitar kebun yang berada jauh dari pemukiman warga Hingga pukul 16.00 wita, polisi dibantu warga masih belum berhasil mengamankan anjing gila itu.
Polisi memastikan anjing yang menggigit korban masih berada disekitar pemukiman warga. “Kami masih melakukan serangkaian pemburuan anjing yang diduga menggigit delapan warga. Kendati telah melakukan penyisiran ditempat anjing gila tersebut bersembunyi, tapi masih belum berhasil menangkapnya. Mungkin anjing tersebut kabur dan masih berada disekitar perkampungan tengah bersembunyi,” ujar Jaknes.
Kepala Puskesmas Bilokka, H Sultan mengatakan, tim medis Puskesmas Bilokka sudah melakukan pemeriksaan kesehatan ke empat warga. Mereka masih menjalani observasi pasca korban mengalami luka gigitan. Seluruh korban mengalami luka gigitan sehingga diperlukan penanganan medis.
Terpisah, Kepala Bidang Peternakan Sidrap, Sadiliah mengaku sudah menerima laporan dari petugas PPL (Penyuluh Peternakan Lapangan) Panca Lautang.
Mengenai kondisi korban, kata dia, telah menurunkan tim medis khusus dan dokter ahli kesehatan hewan. Para korban tersebut sudah mendapatkan penanganan medis secara khusus di puskesmas Bilokka. (ady/C)