MAKASSAR, BKM — Senin dinihari (21/8) kira-kira pukul 03.00 Wita. Suasana di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar tampak ramai.
Ada tiga orang pria terduduk di atas tempat tidur. Pada kedua kaki mereka masih-masing terlihat perban warna putih yang baru terpasang. Mereka dikelilingi banyak lelaki berbadan tegap.
Tiga pria dengan perban di kakinya itu adalah tersangka kasus perampokan. Mereka baru saja menjalani perawatan medis pengangkatan proyektil peluru. Sementara lelaki yang mengelilinginya adalah personel Unit Resmob Polda Sulsel.
Tersangka perampok tersebut adalah Firman Siregar, beralamat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Armen Siregar, alamat Jalan Pulau Gebung Permai. Dua lelaki yang lahir di Medan, Sumatera Utara ini bertindak selaku eksekutor. Sementara Alidin, warga Sidrap berperan sebagai tukang gambar sasaran dan merangkap sebagai sopir mobil yang mereka pakai.
Sebenarnya, ada empat orang anggota komplotan ini yang ditangkap polisi. Namun satu diantaranya, yakni Arifin Siregar alias Ardiansyah (54), warga Jalan Kedondong 11 nomor 36 Kecamatan Sitalasari, Medan tewas usai diterjang peluru petugas. Arifin merupakan kapten dan tim, sekaligus bertindak selaku eksekutor. Oleh polisi, empat komplotan perampok lintas provinsi ini dikenal dengan sebutan ‘Kelompok Medan.’
Mereka diringkus Unit Resmob Polda Sulsel usai melancarkan aksinya di wilayah Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Selanjutnya, kawanan rampok ini berkumpul di Kota Palopo dan merencanakan untuk kembali beraksi di wilayah tersebut. Namun, keberadaannya diketahui oleh tim Resmob Polda Sulsel.
Tiga orang yang berasal dari Medan, disebutkan sebagai sebagai eksekutor. Sementara Alidin yang berasal dari Sidrap berperan selaku tukang gambar sasaran yang akan mereka eksekusi. Saat beraksi, ia juga bertindak selaku sopir mobil yang mereka pakai.
Penangkapan komplotan ini dilakukan setelah tim Resmob Polda Sulsel memperoleh informasi jika mereka tengah berada di Wisma Palda, Palopo. Tak menunggu waktu, tim yang dipimpin Ipda Haris Wicaksono langsung bergerak ke Palopo bersama personelnya.
Setibanya di Palopo, Minggu pagi (20/8) pukul 07.00 Wita, polisi langsung melakukan penggerebekan di Wisma Palda yang berlokasi di Jalan Tandipau. Hasilnya, empat kawanan perampok itu diringkus.
Petugas kemudian melakukan penggeledahan. Berbagai barang bukti diamankan. Yakni satu unit mobil merek Daihatsu Terios warna merah maron DD 1671 MM. Satu buah gergaji besi dengan tiga mata gergajinya. Dua buah obeng. Satu buah gunting. Dua buah dompet, dan empat unit handphone (HP).
Usai merampungkan semua barang bukti dari lokasi penggerebekan, keempat kawanan perampok ini kemudian digelandang ke Mapolres Palopo untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan. Terungkap sudah aksi kawanan ini.
Seorang tersangka, Firman Siregar menuturkan pengakuannya kepada polisi yang memeriksanya. Ia menyebut telah melakukan perampokan di sebuah gudang rokok dalam wilayah hukum Polres Bulukumba.
”Kalau yang di Bulukumba itu kira-kira pada tanggal 12 Februari 2017. Saya yang masuk ke dalam gudang rokok dan mengambil uang tunai Rp120 juta. Saya ditemani Arifin Siregar, Janggung dan Romi,” beber Firman.
Selain di Bulukumba, Firman Siregar juga mengaku pernah melakukan perampokan di Kabupaten Polman, Sulbar. ”Di Polman itu tanggal 18 Agustus 2017. Saya bersama Arifin, Armen Siregar dan Alidin. Saya bertiga selaku eksekutor. Sementara Alidin bertugas mengintai lokasi yang hendak kami eksekusi. Sekaligus bertindak sebagai sopir, karena dia yang tahu lokasi di Sulawesi,” terang Firman.
Selain di wilayah Sulawesi, komplotan ini juga mengakui pernah melakukan aksinya di luar Sulawesi. Diantaranya Medan, Riau dan Kupang. Sasarannya adalah brankas milik perusahaan yang tersimpan di dalam gudang.
Usai menjalani pemeriksaan awal di Mapolres Palopo, keempat tersangka dan barang buktinya dibawa ke Posko Resmob Polda Sulsel. Mereka tiba di Makassar Senin dinihari pukul 00.30 Wita.
Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus pada pukul 01.00 Wita. Dalam perjalanan, mereka kompak melakukan perlawanan dan berusaha untuk kabur.
Upaya persuasif yang dilakukan petugas dengan memberikan tembakan peringatan ke udara, tak berbuah hasil. Tindakan tegas pun diambil. Secara terukur moncong pistol diarahkan ke bagian kaki para tersangka. Hingga akhirnya mereka tak berkutik.
Polisi kemudian mengevakuasi keempatnya ke RS Bhayangkara guna mendapatkan perawatan medis. Namun, seorang tersangka, yakni Arifin Siregar meregang nyawa di perjalanan. Ia tewas karena kehabisan darah.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengkonfirmasi pengungkapan kasus ini ketika dihubungi, Senin (21/8). Ia membenarkan, satu dari empat tersangka kawanan perampok ini meninggal dunia akibat kehabisan darah setelah dihadiahi timah panas.
”Mereka ini perampok lintas provinsi. Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Barat, Polda Sumatera Utara, Polda Nusa Tenggara Timur, Polda Riau dan Polda Metro Jaya. Komplotan ini masuk DPO (Daftar Pencarian Orang),” jelas Dicky.
Khusus untuk Arifin Siregar yang meninggal dunia, Dicky mengaku sudah menyampaikan ke pihak keluarganya di Simalungun. (ish/rus)
Empat Perampok ‘Kelompok Medan’ Ditembak, Satu Tewas
